Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pantau Proyek Smelter, Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Seiring dengan pelonggaran bea keluar mineral progresif, pemerintah berencana membentuk tim khusus guna memantau progres pembangunan proyek smelter.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 23 April 2014  |  14:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Seiring dengan pelonggaran bea keluar mineral progresif, pemerintah berencana membentuk tim khusus guna memantau progres pembangunan proyek smelter.

Wakil Menteri Keuangan Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan pihaknya sedang menyiapkan tim khusus guna memantau progres pembangunan smelter. Tim itu juga akan melibatkan pihak swasta agar evaluasi progres pembangunan lebih akurat.

“Orang-orangnya itu campuran. Kita melibatkan tenaga luar agar bisa independen karena kalau pemerintah saja mungkin tidak punya keahlian. Kita harus melibatkan tenaga ahli apakah sudah memenuhi sesuai aturan,” katanya, Rabu (23/4/2014).

Pemerintah berencana memberikan keringanan bea keluar progresif mineral terhadap perusahaan tambang yang menunjukkan kemajuan pembangunan smelter. Nantinya, sekitar 5 tahapan yang akan dievaluasi tim khusus tersebut.

Dia menuturkan setidaknya ada lima tahapan yang perlu dilakukan perusahaan tambang agar mendapatkan insentif. Dari lima tahapan tersebut, Bambang hanya menyebutkan dua tahap, yakni jaminan kesungguhan pembangunan investasi dan waktu produksi smelter.

Ketika ditanya besaran insentif bea keluar, Bambang masih enggan menjawab. Menurutnya, besaran insentif bea keluar tersebut nantinya akan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter bea keluar
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top