Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEBIJAKAN BBM: Diramu untuk Hindari Defisit APBN

Pemerintah meramu kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) guna menghindari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 17 April 2014  |  18:08 WIB
Pengadaan BBM bersubsidi oleh Pertamina - Bisnis
Pengadaan BBM bersubsidi oleh Pertamina - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah meramu kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) guna menghindari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pasalnya, ada peluang peningkatan subsidi BBM akibat deviasi kurs.

“Memang benar (ada potensi defisit), terutama karena ada deviasi kurs," ujar Bambang P.S. Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan II,  seperti yang dilansir lamah Kemenkeu,  Kamis (17/4).

Bambang mengakui akan ada lonjakan subsidi jika tidak ada kebijakan BBM, dalam hal ini disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar. Berdasarkan APBN 2014, asumsi nilai tukar adalah sebesar Rp10.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Padahal saat ini, rata-rata nilai tukar berada di kisaran Rp11.500 per dolar AS.

Ia pun menegaskan bahwa ke depan akan ada kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi ini.

"Harus ada kebijakan untuk mengatasi potensi defisit itu. Pokoknya akan dibuat kebijakan yang tepat," ungkapnya


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn 2014
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top