Komoditas Industri Pengolahan Primadona Jasa Logistik

Komoditas dari industri pengolahan lokal memiliki nilai pasar logistik yang dominan. Kondisi perekonomian nasional serta kekayaan alam dan letak geografis telah memacu industri pengolahan sebagai lahan jasa logistik nasional.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 26 Maret 2014  |  17:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Komoditas dari industri pengolahan lokal memiliki nilai pasar logistik yang dominan. Kondisi perekonomian nasional serta kekayaan alam dan letak geografis telah memacu industri pengolahan sebagai lahan jasa logistik nasional.

Chairman Supplya Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan jasa logistik yang menangani komoditas dalam negeri memiliki peluang besar memanfaatkan pertumbuhan industri pengolahan non-migas. Menurutnya, saat ini pertumbuhan jasa logistik nasional meraih nilai yang cukup besar dikarenakan pertumbuhan ekonomi makro.

"Sektor logistik berkaitan dengan penanganan, penyimpanan, dan pemindahan barang atau komoditas dari suatu lokasi ke lokasi lain. Sektor logistik Indonesia menangani barang dan komoditas dengan volume dan nilai yang cukup besar dengan pertumbuhan yang signifikan, " ujarnya kepada Bisnis, Rabu (26/3/2014).

Dia menyebut sektor industri pengolahan non migas menempati posisi teratas sebagai pendorong jasa logistik nasional. Selebihnya masih terdapat sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, dan peragangan.

Dengan asumsi PDB Indonesia tahun 2013, serta menggunakan prediksi biaya logistik sebesar 14,08% (kajian LPEM-UI), dan pertumbuhan ekonomi 5%,  Setijadi menilai sumbangsih komoditas sektor industri pengolahan non migas sebagai stimulus terbesar jasa logistik.

"[Hingga saat ini] potensi nilai pasar logistik untuk Sektor Industri Pengolahan Non-Migas diperkirakan sekitar Rp278,8 triliun, sedangkan sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan sekitar Rp193,8 triliun, dan Sektor Perdagangan Rp155,7 triliun," ujarnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top