Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Perlu Topang Industri Properti

Pemerintah diminta dapat lebih fokus dan memperhatikan perkembangan industri properti saat ini, seiring dengan tingginya kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia saat ini.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 14 Maret 2014  |  19:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah diminta dapat lebih fokus dan memperhatikan perkembangan industri properti saat ini, seiring dengan tingginya kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia saat ini.

Melalui survei yang dilansir oleh Price Waterhouse Coopers (PWC) dan Urban Land Institute (ULI) Jakarta sempat menjadi jawara pada 2013 lalu. Namun posisi tersebut berhasil ditempati oleh Tokyo pada tahun ini, disusul oleh Shanghai di tempat ke-2.

Sekretaris Jendral Federasi Real Estate Dunia (FIABCI) regional Asia Pasifik Rusmin Lawin meminta pemerintah segera merespons kondisi tersebut.

Lompatan Jakarta yang sebelumnya berada pada posisi ke-11 pada 2012 dan langsung menuju posisi ke-1 pada tahun berikutnya, menimbulkan pertanyaan dan keraguan dari berbagai pihak.

“Artinya keraguan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Buktinya, tahun ini Jakarta tetap masuk posisi ke-3. Masih oke dan tetap positif. Memang sejak adanya beberapa kebijakan dari pemerintah, terjadi koreksi pasar,” paparnya, Jumat (14/3/2014).

Seiring dengan akan digelarnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau yang juga dikenal sebagai Asean Economic Community (AEC) pada akhir 2015, berbagai regulasi yang masih menghambat harus dihilangkan.

“Jangan sampai ketika pasar Asean sudah berlangsung, investor tidak bisa berbuat banyak di Indonesia. Pemilu yang akan berlangsung juga menjadi daya ukur, khususnya terkait dengan berbagai arah kebijakan yang diambil,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti investor asing industri properti
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top