Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Glaxo Minta Regulasi Ketat Soal Produk Rokok Elektronik

Glaxo Smith Kline Plc mendorong untuk regulasi lebih ketat untuk produk rokok elektronik (e-rokok) yang bersaing dengan perusahaan permen karet Nicorette dan produk rokok lainnya.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 20 Februari 2014  |  08:47 WIB
Glaxo Minta Regulasi Ketat Soal Produk Rokok Elektronik
Ilustrasi iklan rokok. -

Bisnis.com, BRUSSEL - Glaxo Smith Kline Plc. mendorong untuk regulasi lebih ketat untuk produk rokok elektronik (e-rokok) yang bersaing dengan perusahaan permen karet Nicorette dan produk rokok lainnya.

Wakil Presiden Glaxo di Brussel Sophie Crousse meminta Eropa harus mengikuti jejak Inggris yang berencana melisensi produk e-rokok untuk dijadikan sebagai obat.

“Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat produk terapi pengganti nikotin,” ujar Sophie dalam sebuah pesan e-mail yang dipublikasikan Kamis (20/2/2014).

Sophie percaya regulasi yang bertanggung jawab dan proporsional untuk semua produk yang mengandung nikotin bisa dijadikan sebagai produk obat-obatan. Pesan elektronik yang dibuat Sophie ditujukan kepada Komisi Eropa Divisi Kesehatan dan Urusan Konsumen.

Komisi ini merevisi Produk Tembakau Directive untuk mengatur produk-produk seperti e-rokok yang tidak mengandung tembakau, namun terkait dengan penggunaan tembakau. Euromonitor International Plc memperkirakan penjualan e-rokok akan menghasilkan US$ 7 miliar pada akhir tahun ini. Produk itu akan bersaing dengan produk yang dijual oleh perusahaan farmasi seperti Glaxo, Johnson & Johnson ( JNJ ) dan Novartis AG. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produk rokok
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top