Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garap Alur Pelayaran Tanjung Perak, Pelindo III Gandeng Van Oord

PT Pelabuhan Indonesia III melalui anak perusahaannya, PT Pelindo Marine Service (PMS), menggandeng Van Oord Dredging and Marine Contractor B.V. di Rotterdam, Belanda, membentuk PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Januari 2014  |  07:14 WIB
Garap Alur Pelayaran Tanjung Perak, Pelindo III Gandeng Van Oord
Bagikan

Bisnis.com, LONDON -  PT Pelabuhan Indonesia III melalui anak perusahaannya, PT Pelindo Marine Service (PMS), menggandeng Van Oord Dredging and Marine Contractor B.V. di Rotterdam, Belanda, membentuk PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

"Perusahaan patungan itu akan bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan alur pelayaran, khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," ungkap Sekretaris Pertama KBRI Denhaag Danang Waskito kepada Antara London, Sabtu (18/1/2014).

Dia mengatakan kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang dibagi menjadi tiga, yaitu side letter yang ditandatangani Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto, Dirut PMS Chairoel Anwar, dan Anggota Dewan Eksekutif Van Oord DMC BV, Neils de Bruijn. Adapun, joint venture agreement dan shareholder's agreement ditandatangani Dirut PMS dan Anggota Dewan Eksekutif Van Oord DMC BV.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut diselenggarakan di Aula KBRI Den Haag tanggal 17 Januari 2014, disaksikan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Retno LP Marsudi, serta Sekjen Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda, Siebe Riedstra.

Acara penandatanganan juga dihadiri sejumlah tamu dari Indonesia dan Belanda, termasuk Dirjen Hubungan Ekonomi Luar Negeri Kemlu Belanda, Simon Smits, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Kementerian Perhubungan Adolf F. Tambunan, Direktur Utama PT Terminal Peti Kemas Surabaya, Rahmat Satria, CEO Van Oord DMC BV, Pieter van Oord, dan lainnya.

Dirut Pelindo III dalam sambutannya menyampaikan APBS akan memegang peran penting dalam menunjang Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu gerbang ekonomi Provinsi Jawa Timur dan wilayah Indonesia Timur. Hal itu diharapkan dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sebesar 7 sampai 8 persen pada 2014.

CEO Van Oord menyampaikan perusahaannya telah memiliki sejarah kerja sama yang panjang dengan Pelabuhan Tanjung Perak. Van Oord pernah berpartisipasi dalam pembangunan Tanjung Perak pada 1911-1925.

Pihaknya berharap untuk terus mengembangkan dan mengonsolidasikan bisnisnya di Indonesia setelah pendirian PT Van Oord Indonesia tahun 2013.

Sementara itu, Dubes Retno Marsudi menyambut baik penandatangan kerja sama Pelindo III, PMS dan Van Oord  sebagai salah satu langkah penting kerja sama konkret Indonesia-Belanda di bidang infrastruktur.

Dubes menyampaikan bahwa hubungan Indonesia-Belanda saat ini sangat baik. Kunjungan PM Belanda ke Indonesia serta diluncurkannya Joint Declaration on a Comprehensive Partnership telah membawa lembaran baru hubungan bilateral Indonesia-Belanda.

Tugas Pemerintah RI dan Belanda adalah membuka jalan bagi kerja sama antara pihak swasta yang lebih baik.

Kerja sama semacam ini akan sangat memberikan kontribusi guna menjadikan hubungan Indonesia Belanda spesial dalam konteks kekinian (Relationship 2.0).

Melalui penandatanganan kerja sama tersebut, PT APBS akan menjadi joint venture dengan kepemilikan saham 60% untuk Pelindo III melalui Pelindo Marine Service, sedangkan 40% dikuasai Van Oord  melalui PT Van Oord Indonesia.

PT APBS direncanakan mulai beroperasi pada 2014 dan melengkapi 2 proyek besar Pelindo III lainnya di Jawa Timur, yaitu pembangunan Terminal Peti Kemas Teluk Lamong dan Java Integrated Industrial and Port Estate (berlokasi di Manyar), sebagai bagian dari pengembangan konektivitas nasional sebagaimana dicanangkan pemerintah dalam MP3EI, khususnya Koridor Ekonomi Jawa, dan Sistem Logistik Nasional.

Dirut Pelindo III bersama Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Kemhub juga melakukan pertemuan terpisah dengan Senior Project Manager dari Port of Rotterdam, Willem Dedden.

Kedua pihak membahas kemungkinan kerja sama dalam hal pengelolaan Pelabuhan Kuala Tanjung. Pertemuan lanjutan mengenai hal ini direncanakan akan dilakukan di Jakarta pada Februari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo iii

Sumber : Antara

Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top