Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi 2013 Capai 8,38%, Istana Klaim Berkat Paket Kebijakan Ekonomi

Pencapaian inflasi tahunan 2013 yang sebesar 8,38% dinilai Istana karena paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan sepanjang tahun tersebut berjalan sesuai harapan

Bisnis.com, JAKARTA– Pencapaian inflasi tahunan 2013 yang sebesar 8,38% dinilai  Istana karena paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan sepanjang tahun tersebut berjalan sesuai harapan.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menyebutkan realisasi inflasi pada 2013 jauh lebih baik dibandingkan inflasi tahunan pada saat diterapkannya kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada tahun-tahun sebelumnya.

Saat pemerintah menerapkan pengurangan subsidi BBM pada 2005, ujarnya, inflasi mencapai 17,11%. Kemudian pada 2008, ketika harga BBM kembali naik, inflasi tahunan mencapai 11,06%.

“Artinya ada perbaikan dalam pengendalian harga dan pengelolaan inflasi. Beberapa kebijakan pemerintah yang dikeluarkan belum lama ini berjalan,” ujar Firmanzah kepada Bisnis, Kamis (2/1/2014).

Pada Agustus tahun lalu, pemerintah mengumumkan empat paket kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Paket pertama, untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Paket kedua, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Paket ketiga, untuk mempertahankan daya beli melalui pengendalian harga dan inflasi. Paket keempat, untuk mendorong percepatan investasi.

Hari ini, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Desember 2013 sebesar 0,55% dan laju inflasi tahunan maupun tahun kalendernya 8,38%. 

Angka inflasi Desember 2013 naik tipis dibandingkan Desember 2012 sebesar 0,54%. Adapun inflasi November 2013 tercatat 0,12%.

Menurut Kepala BPS Suryamin inflasi Desember 2013 dipicu kenaikan bahan makanan yang berkontribusi 0,22%, makanan jadi 0,12%, kelompok perumahan 0,1%


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper