Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBINAAN UKM: PNM Tuntaskan Klasterisasi Nanas di Kampar

BISNIS.COM, PEKANBARU-PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berhasil melakukan pembinaan terhadap petani nanas di Desa Kualu Nenas, Kabupaten Kampar dengan menjadikan komoditas itu produk unggulan.
Asep Dadan Muhanda
Asep Dadan Muhanda - Bisnis.com 26 Juli 2013  |  11:41 WIB
PEMBINAAN UKM: PNM Tuntaskan Klasterisasi Nanas di Kampar
Bagikan

BISNIS.COM, PEKANBARU-PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berhasil melakukan pembinaan terhadap petani nanas di Desa Kualu Nenas, Kabupaten Kampar dengan menjadikan komoditas itu produk unggulan.

Setelah melakukan pembinaan, PNM resmi menyerahkan klasterisasi industri pengolahan nanas  kepada Pemkab  Kampar, Provinsi Riau untuk dijadikan sentra keripik nanas, sebagai produk unggulan daerah.

Wakil Presiden Eksekutif  PNM Arief Mulyadi mengatakan klasterisasi industri pengolahan keripik nanas merupakan salah satu kegiatan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diberikan oleh PNM kepada para nasabahnya.

“Selama setahun ini kami membina para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Kualu Nenas, Kabupaten Kampar yang memiliki bisnis di bidang pengolahan nanas agar produk mereka bisa lebih bersaing dan diterima di pasar yang lebih luas,” ujarnya (Kamis, 25/7).

Potensi perkebunan nanas di Kecamatan Tambang mencapai 1.550 hektare, sekitar 4,3 juta pohon dengan total produksi mencapai 2.150 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.050 hektare berada di Desa Kuala Nenas, dengan total produksi mencapai 1.456 ton per tahun atau 121 ton per bulan.

Program yang dibuka oleh Bupati Kampar Jefry Noer pada September 2012 ini diikuti oleh 60 UMKM. Sebelum mengikuti program ini, pendapatan kotor pelaku UMKM rata-rata Rp16 juta—Rp100 juta per bulan per nasabah. Kini, pendapatan kotor mereka rata-rata Rp25 juta—Rp106 juta per bulan per nasabah.

Arief menjelaskan peningkatan kualitas produk menjadi fokus awal, dengan melakukan efisiensi proses pengeringan, sehingga keripik yang dihasilkan terasa lebih gurih, enak, dan tahan lama.

Pemimpin Cabang PNM Pekanbaru Ramon Agustus  menjelaskan awalnya pelaku UMKM hanya menjual keripik, PNM membantu menggali peluang lainnya sehingga mereka kini memiliki beragam produk olahan nenas disamping keripik, yaitu nata de vina, selai, dan sirup.

“Kami juga memperbaiki cara mengemas produk menjadi lebih baik dan memiliki harga jual lebih tinggi. Limbah kulit yang semula terbuang pun telah dimanfaatkan untuk ternak,” ujarnya

Bantuan lain yang diberikan dalam hal perizinan dengan membantu UMKM mengurus izin dari Dinas Perindustrian, Dinas Kesehatan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kemasan yang menarik dan lisensi yang diperoleh berhasil membantu para pelaku UMKM di sentra ini menembus minimarket di wilayah Sumatera Barat,” ujarnya (Asd)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau pnm nanas
Editor : Asep Dadan Muhanda
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top