INSENTIF USAHA: Pemerintah Akan Berikan Untuk Pengembang Bandara

BISNIS.COM, YOGYAKARTA—Pemerintah merencanakan akan memberikan insentif berupa bantuan pembiayaan untuk pengembangan sejumlah bandara di Indonesia guna meningkatkan peran swasta dalam pengembangan bandara.
Henrykus F. Nuwa Wedo | 16 Juni 2013 18:55 WIB

BISNIS.COM, YOGYAKARTA—Pemerintah merencanakan akan memberikan insentif berupa bantuan pembiayaan untuk pengembangan sejumlah bandara di Indonesia guna meningkatkan peran swasta dalam pengembangan bandara.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menjelaskan saat ini pihaknya sedang membicarakan bersama Kementerian Keuangan untuk memberikan sejumlah insentif bagi pihak swasta bila mengembangkan dan mengoperasikan sejumlah bandara.

"Saya dan Wakil Menteri Keuangan masih mengkaji aset negara seperti bandara yang akan dikasih ke swasta, " ujarnya di Yogyakarta, Sabtu (16/7/2013).

Menurutnya rencana pengembangan bandara milik pemerintah oleh pihak swasta sesuai instruksi Wakil Presiden yaitu dengan melakukan tender bagi pihak swasta.

Selain itu badan usaha milik negara (BUMN) yang menjadi operator bandara juga dapat mengikuti tender untuk mengembangkan sejumlah bandara.

Saat ini, tuturnya, pihaknya sedang mengkaji sejumlah bandara potensial yang laik untuk dikembangkan oleh pihak swasta seperti Bandara Komodo Labuan Bajo dan Bandara Mutiara Palu.

Sejumlah bandara lain, tuturnya, juga sedang dikaji dari aspek komersial dan manfaat bagi masyarakat di sejumlah daerah sehingga pihak swasta dapat masuk mengembangkan bandara tersebut.

Dia menargetkan pada tahun ini satu bandara dapat dijadikan pilot project sehingga tender dapat dilakukan dan dioperasikan oleh pihak swasta.

Menurutnya insentif yang akan diberikan pemerintah yaitu memberikan dana pendamping kelaikan proyek infrastruktur atau Viability Gap Fund (VGF).

Viability gap fund akan diberikan bagi pengembangan bandara yang laik secara ekonomi namun mengalami kendala secara finansial sehingga bandara yang dikembangkan dapat memberikan keuntungan.

Selain itu pemerintah, imbuhnya, melalui sejumlah lembaga akan memberikan insentif melalui perusahaan penjamin infrastruktur (PPI), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Infrastrucure Indonesia Finance (IIF).  

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top