Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUU TAPERA: Disepakati Minimal 2,5% dari Upah Pekerja

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah dan DPR menyepakati batasan minimal iuran pekerja dalam Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) minimal 2,5% dari upah.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 10 Juni 2013  |  15:34 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah dan DPR menyepakati batasan minimal iuran pekerja dalam Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) minimal 2,5% dari upah.

Dalam usulan sebelumnya, DPR menetapkan besaran yang lebih tinggi, yakni mencapai 5% dari upah. Seiring proses pembahasan, besaran iuran mengalami perubahan.

“Yang disebutkan dalam RUU adalah batasan minimal, yakni 2,5% dari upah pekerja. Kalau persentase detilnya, akan diatur dalam  Peraturan Pemerintah,” kata Ketua Panitia Khusus RUU Tapera Yoseph Umar Hadi saat dihubungi Bisnis, Senin (10/6/2013).

Selain itu, aturan mengenai kontribusi pemberi kerja dalam iuran tersebut, sambungnya, juga akan diatur di dalam PP. Melalui PP, paparnya, akan lebih fleksibel melakukan perubahan sambil menyesuaikan dengan kondisi perekonomian yang ada.

Yang menjadi pokok persoalan yang belum disepakati sampai saat ini adalah, paparnya, mengenai sifat kepesertaan tapera, apakah wajib atau sukarela.

Pada dasarnya, lanjutnya, pemerintah tidak berkeberatan apabila kepesertaan bersifat wajib, dengan ketentuan batasan penghasilan tidak kena pajak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan tapera ruu tapera iuran
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top