Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENERBANGAN MURAH: Berpotensi Langgar Prinsip Keselamatan

BISNIS.COM, JAKARTA – Maskapai penerbangan murah berpotensi melanggar prinsip keselamatan penerbangan dengan mengurangi anggaran peningkatan kualitas SDM dan pemeliharaan armada demi menekan biaya operasional.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 16 April 2013  |  19:26 WIB
PENERBANGAN MURAH: Berpotensi Langgar Prinsip Keselamatan
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA – Maskapai penerbangan murah berpotensi melanggar prinsip keselamatan penerbangan dengan mengurangi anggaran peningkatan kualitas SDM dan pemeliharaan armada demi menekan biaya operasional.

Pengamat penerbangan Chappy Hakim mengatakan maskapai low cost carrier (LCC) yang hanya berorientasi menekan bujet tanpa diimbangi dengan jajaran manajemen yang menguasai pengetahuan penerbangan akan berbahaya bagi keamanan terbang.

“Misalnya, penerbang itu kan terkena aturan-aturan yang ketat. Harus medical check up, harus recurrent training (latihan ulang), harus latihan simulator. Itu semuanya cost kan? Kalau orang mau cari untung, ngapain training? Itu yang berbahaya,” katanya, Selasa (16/4).

Kementerian Perhubungan sebagai regulator, lanjutnya, harus mengawasi pengoperasian maskapai penerbangan murah mengingat berbagai insiden penerbangan selama ini melibatkan banyak budget airlines.

Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu, jumlah tenaga pengawas penerbangan (flight inspector) di Indonesia harus ditambah.

“Salah satu yang menyebabkan Indonesia dimasukkan kategori 2 oleh ICAO (International Civil Aviation Organization), karena kita tidak memenuhi kekurangan inspector,” tuturnya.(if)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan lion air penerbangan urah

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top