Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMPOR BAWANG: Permentan 88/2011 Rawan Praktik Monopoli

BISNIS.COM,JAKARTA -- Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia (Gisimindo) meminta Kementerian Pertanian merevisi aturan terkait dengan ketentuan importir bawang untuk menghilangkan praktik monopoli pada pasar komoditas tersebut.Ketua Gisimindo Bob B.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 19 Maret 2013  |  00:52 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA -- Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia (Gisimindo) meminta Kementerian Pertanian merevisi aturan terkait dengan ketentuan importir bawang untuk menghilangkan praktik monopoli pada pasar komoditas tersebut.

Ketua Gisimindo Bob B. Budiman menyampaikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 88/2011 tentang Pemasukan Komoditas Pangan Segar cenderung membela kepentingan importir besar, sehingga melahirkan monopoli.

"Harus direvisi Permentan No 88/2011 karena berpotensi melahirkan monopoli di sektor komoditas, seperti bawang ini. Jadi harga akan sangat tergantung pemodal besar," ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/3).

Menurutnya, Permentan tersebut mensyaratkan importir memiliki gudang penyimpanan berpendingin dan melalui uji laboratorium. Hal itu, sambungnya, membutuhkan modal besar, sehingga importir besar yang mampu.

"Importir seperti kami ini apa mampu memiliki gudang berpendingin. Modalnya kan besar sekali," tuturnya.

Dia mencontohkan pada impor bawang itu kuota terbanyak hanya dikuasai oleh importir besar, sehingga berpotensi adanya kartel dan berdampak pada harga di pasaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor pangan mentan bawang

Sumber : hendri asworo

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top