Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KONSERVASI AIR: Wilayah Kritis Di Jawa, Bali & NTT Jadi Prioritas

BISNIS.COM, JAKARTA -- Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan penajaman sub-program yang dianggap paling mendesak yakni konservasi, irigasi, air baku, dan banjir.Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Mohammad Hasan mengatakan pihaknya

BISNIS.COM, JAKARTA -- Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan penajaman sub-program yang dianggap paling mendesak yakni konservasi, irigasi, air baku, dan banjir.

Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Mohammad Hasan mengatakan pihaknya akan menajamkan sub-program dalam sektor SDA, mengingat pihak sektoral berkewajiban mengamankan target-target nasional di masing-masing sektor.

Target tersebut, lanjutnya, harus memberikan manfaat maksimal kepada daerah tempat proyek berada. Adapun sub-program SDA yang akan diberikan fokus lebih yakni konservasi, irigasi, air baku, dan banjir.

Dia menyampaikan tampungan air secara nasional berjumlah 16.000 meter kubik per kapita, sedangkan di Jawa hanya mencapai 1.200 meter kubik per kapita. Oleh karena itu pihaknya akan meprioritaskan wilayah-wilayah kritis seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
 
"Konservasi artinya bagaimana kita mengkonservasi air baik kuantitas maupun kualitasnya," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (14/3/2013).

Selain konservasi, ujar Hasan, 11% dari 7,2 juta irigasi yang dilayani waduk, atau seluas 800.000 ha harus dikelola secara benar. Begitu juga dengan air baku yang kian meningkat kualitasnya dan menjadi prioritas program daerah.

Adapun untuk program banjir, Hasan menekankan penanganan pada daerah-daerah yang merupakan pusat kegiatan perekonomian. "Penanganan banjir harus diprioritaskan pada banjir perkotaan dan banjir yang mengganggu konektivitas nasional," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper