Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLOK MAHAKAM: Investasi Total Bukan Berarti Kontrak Pasti Diperpanjang

JAKARTA: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan investasi yang terus dilakukan oleh Total E&P Indonesie di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, bukan lantaran sudah mendapatkan kepastian mengenai perpanjangan
- Bisnis.com 17 Februari 2013  |  23:37 WIB

JAKARTA: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan investasi yang terus dilakukan oleh Total E&P Indonesie di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, bukan lantaran sudah mendapatkan kepastian mengenai perpanjangan kontrak.

Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana mengatakan investasi yang terus dilakukan oleh Total adalah atas desakan SKK Migas agar produksi migas di Blok Mahakam tidak menurun. Total sudah memperhitungkan bahwa investasi yang dikeluarkan akan kembali sebelum 2017.

“Jadi investasi yang terus dilakukan oleh Total bukan karena pemerintah sudah memperpanjang kontraknya tapi karena kami minta agar Total terus memenuhi komitmen investasinya agar produksi migas dari Mahakam tidak turun,” kata Gde, Minggu (17/2).


Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Edy Hermantoro mengatakan Total selaku operator Blok Mahakam akan semaksimal mungkin mempertahankan produksi. Pasalnya, pemerintah menjamin pembayaran depresiasi aset tidak akan melewati pada 2017.

“Mereka (Total dan Inpex) takut yang namanya depresiasi dibayar melebihi 2017. Sekarang kita jamin depresiasi tidak akan melewati 2017, mereka bisa dapatkan percepatan depresiasi. Makanya mereka mau terus eksplorasi dan berinvestasi, mereka berani,” kata Edy.

 

Depresiasi dilakukan sebelum 2017 artinya pemerintah menjamin bahwa investasi yang ditanamkan oleh Total akan kembali sebelum 2017 atau sebelum kontrak berakhir. Hal ini untuk memberi kenyamanan dan kepastian kepada Total untuk tetap berinvestasi.


Pasca habis kontrak pada 2017 Total tetap bisa ikut dalam mengelola Blok Mahakam atau tidak, Edy belum bisa mengatakannya. Nantinya, baik Pertamina, Total EP Indonesie, Inpex, dan daerah akan mendiskusikannya untuk melihat dari sisi keekonomian.

Yang pasti, lanjut Edy, dari sisi teknikal, produksi di Blok Mahakam sudah dijamin oleh Pemerintah.

Total EP Indonesie sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan alokasi gas domestik dari Blok Mahakam, Kalimantan Timur.
 
Executive Vice President Total EP Indonesie Hardy Pramono mengatakan akan terus menambah kontribusi gas domestik dari Blok Mahakam. Kontribusi untuk domestik dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Mahakam akan mencapai 35 % pada tahun ini dan akan mencapai lebih dari 50 % pada 2019.
 
“Sampai pada masa kontrak habis (2017) kami akan terus berkomitmen meningkatkan alokasi gas untuk domestik. Setelah kontrak habis itu punya pemerintah, kita tak punya hak lagi. Tapi, planningnya kalau bisa sampai 2019, bisa segitu (50 % untuk domestik),” kata Hardy.

Produksi di Blok Mahakam memang terus turun. Total E&P Indonesie menargetkan produksi gas pada 2013 sebesar 1.500-1.600 MMscfd. Nilai tersebut turun dari realisasi pada 2012 yang sebesar 1.750 Mmscfd. (ba)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top