Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NEWMONT NUSA TENGGARA: Perjanjian jual beli saham diperpanjang lagi

JAKARTA:  Untuk kelima kalinya pemerintah memperpanjang perjanjian jual beli (sales purchase agreement/SPA) 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara.SPA tersebut berlaku sampai dengan 26 April 2013.Kepala Pusat Investasi Pemerintah Soritaon Siregar
- Bisnis.com 31 Januari 2013  |  17:34 WIB

JAKARTA:  Untuk kelima kalinya pemerintah memperpanjang perjanjian jual beli (sales purchase agreement/SPA) 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara.

SPA tersebut berlaku sampai dengan 26 April 2013.

Kepala Pusat Investasi Pemerintah Soritaon Siregar menuturkan amandeman ke-5 merupakan tindaklanjut atas habisnya masa berlaku amandemen ke-4 SPA 7% saham divestasi PT NNT pada 31 Januari 2013.

"Amandemen ke-5 ini dilakukan mengingat sampai saat ini syarat-syarat efektif yang disepakati dalam SPA yang ditandatangani pada 24 Oktober 2012 belum terpenuhi," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (31/1/2013).

Dengan Amendemen ke-5 ini, Pusat Investasi Pemerintah dan Nusa Tenggara Partnership B.V. bersepakat untuk memperpanjang jangka waktu pemenuhan syarat efektif SPA tersebut sampai dengan 24 April 2013.

Perpanjangan SPA ini dilakukan untuk memberikan waktu kepada kedua belah pihak untuk mengupayakan pemenuhan kewajiban masing-masing.

SPA Newmont sudah mengalami perpanjangan sebanyak 5 kali.

Penandatanganan SPA antara pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan Nusa Tenggara Partnership BV dilakukan pertama kali pada 6 Mei 2011. SPA tersebut berumur 6 bulan dan jatuh tempo pada 6 November 2011.

Selanjutnya pemerintah dan Newmont memperpanjang SPA hingga 6 Agustus 2012, dan kembali memperpanjang SPA hingga 25 Oktober 2012 dan 31 Januari 2013.

Pembelian 7% sisa saham divestasi Newmont tersebut ditaksir membutuhkan pendanaan sekitar US$246 juta.

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Hadiyanto sebelumnya mengatakan pemerintah masih mengkaji seluruh opsi yang dapat dilakukan untuk membeli 7% saham divestasi Newmont.

Salah satu opsi alternatif yang berkembang yakni pembelian saham divestasi Newmont melalui badan usaha milik negara (BUMN) perbankan ataupun BUMN investasi, seperti PT Danareksa, PT Bahana Pembangunan Usaha Indonesia (BPUI), Mandiri Sekuritas, dan BNI Sekuritas.  (ra)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top