Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELINDO III Siapkan Dana Rp6,1 Triliun untuk Pengembangan 2013

SURABAYA—PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III  mengalokasikan dana investasi sekitar Rp6,1 triliun untuk pengembangan bisnis perseroan tahun ini.
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  20:44 WIB

SURABAYA—PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III  mengalokasikan dana investasi sekitar Rp6,1 triliun untuk pengembangan bisnis perseroan tahun ini.

Kepala Humas Pelindo III Eddi Priyanto mengatakan jumlah tersebut naik signifikan sekitar  205% dibandingkan dengan alokasi dana investasi perseroan tahun lalu sekitar Rp2 triliun.

“Tahun ini, dana investasi kami memang besar, karena banyak proyek yang akan dikerjakan serta banyak mendatangkan alat-alat untuk pelabuhan. Tahun ini anggaran kami sebesar Rp6,1 triliun,” ujarnya kepada Bisnis hari ini,  Rabu (30/1/2013).

Dia menjelaskan dana investasi itu didapat dari kombinasi antara dana internal dan pinjaman perbankan. Untuk sementara, pinjaman yang telah didapatkan perseroan berasal dari PT Bank ANZ  Indonesia senilai US$65 juta.

Dia menyebutkan dana tersebut paling besar digunakan untuk pengerjaan proyek Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang mencapai Rp2,5 triliun.

“Total investasi Terminal Teluk Lamong itu sebenarnya Rp3,4 triliun, tetapi untuk tahun ini saja yang dibutuhkan Rp2,5 triliun. sisanya ada yang sudah dibayar tahun lalu, dan untuk tahun depan,” ungkapnya.

Dia menambahkan pengerjaan proyek Terminal Teluk Lamong telah mencapai 54%, dan diharapkan tuntas pada akhir tahun ini, sehingga proyek tersebut dapat beroperasi penuh mulai April 2014.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, terbagi kedalam sejumlah paket yakni Paket A yang merupakan pengerjaan dermaga, Paket B yang merupakan lapangan penumpukan, Paket C adalah jembatan, Paket D berupa bangunan dan tempat parkir, dan Paket E yakni alat bongkar muat.

Pengerjaan tersebut dilakukan oleh sejumlah BUMN karya yakni PT Adhi Karya Tbk, PT Nindya Karya Tbk, dan kerjasama operasi antara PT Wijaya Karya Tbk dan PT PP Tbk.

“Kalau secara total, progress pengerjaan Terminal Teluk Lamong sudah sekitar 54%. Kami targetkan April 2014 sudah mulai beroperasi,” jelasnya.

Selain itu, dana investasi tahun ini juga digunakan untuk pemenuhan alat dan fasilitas pelabuhan sekitar Rp1,8 triliun.

Adapun pemenuhan alat dan fasilitas pelabuhan itu terdiri dari pengadaan 1 unit Container Crane di Cabang Tanjung Perak (Nilam), 4 unit di Cabang Banjarmasin, dan 2 unit di TPK Semarang; pengadaan storage tank di Cabang Tanjung Perak; pengadaan 2 unit luffing crane di Cabang Tanjung Emas; pengadaan 10 unit Combined Terminal Tractor di TPK Semarang.

Selanjutnya, pengadaan 6 unit RTG di Cabang Banjarmasin dan 5 unit di TPK Semarang; dan pengadaan 12 unit Stradle Carrier, 10 unit Container Crane, 2 unit Reach Staker, dan 60 unit head truck di Terminal Multipurpose Teluk Lamong. 

“Dan ada juga investasi lainnya untuk tanah, jalan, dan bangunan sekitar Rp1,2 triliun,” tambahnya.

Dengan ekspansinya tersebut, pada tahun ini BUMN pelabuhan itu menargetkan adanya peningkatan arus kunjungan kapal mencapai 76 ribu unit dan 272 juta gross tonnage, arus barang sebesar 91 juta Ton dan 5,6 juta meter kubik, petikemas mencapai 3,3 juta box atau setara dengan 4 juta TEU’s, serta arus penumpang 3,3 juta orang dan arus hewan 59 ribu ekor. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top