Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELABUHAN TANJUNG PRIOK: Hindari Fungsi Jadi "In Line Production"

JAKARTA--Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) mengingatkan fungsi Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan umum lebih dioptimalkan untuk melayani kepentingan publik. Bukan sebagai in line production atau bagian dari jaringan/sistem
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Januari 2013  |  10:19 WIB

JAKARTA--Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) mengingatkan fungsi Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan umum lebih dioptimalkan untuk melayani kepentingan publik. Bukan sebagai in line production atau bagian dari jaringan/sistem storage dari kegiatan industri tertentu saja.
 
“Pelabuhan umum seperti Tanjung Priok mesti mengedepankan pelayanan untuk kepentingan kelancaran arus barang dan mengedepankan pelayanan serta peningkatan produktivitas pada  seluruh pengguna jasa pelabuhan,” ujar Toto Dirgantoro, Ketua Umum Depalindo, kepada Bisnis hari ini, Rabu (30/1).
 
Dia mengatakan guna menekan waktu tunggu pelayanan barang di pelabuhan atau dwelling time, semestinya tidak terjadi lagi kegiatan penumpukan barang yang berlebihan di areal lini satu pelabuhan /atau terminal yang dapat memicu naiknya tingkat kepadatan lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR).
 
Pasalnya kata dia, selama ini kepadatan di pelabuhan seringkali di sebabkan tidak sebandingnya antara volume kargo yang masuk dan keluar (delivery) pelabuhan sehingga lapangan/container yard padat. “Ini yang menyulitkan pelayanan bongkar muat akibat manuever terhambat, sehingga dwelling time juga naik,” paparnya.
 
Toto mengatakan, pelabuhan kerap dijadikan in line production atau bagian dari sistem produksi dari kalangan industri tertentu yang tidak memiliki fasilitas  penyimpanan kargo (storage) di luar pelabuhan. Kalaupun ada, kata dia, fasilitas yang di miliki terbatas dan tidak sebanding dengan.
 
“Idealnya, di dalam pelabuhan tidak didominasi kegiatan penumpukan. Barang yang sudah clearance kepabeanannya mesti segera keluar dari pelabuhan,” tuturnya.  (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Akhmad Mabrori

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top