Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTUMBUHAN EKONOMI: Konsumsi tetap jadi penggerak

JAKARTA--Konsumsi tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi utama yang diandalkan Indonesia. Prospeknya dinilai cerah seiring meningkatnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia.Bambang P.S. Brodjonegoro, Plt.
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  19:34 WIB

JAKARTA--Konsumsi tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi utama yang diandalkan Indonesia. Prospeknya dinilai cerah seiring meningkatnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Indonesia.

Bambang P.S. Brodjonegoro, Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, mengatakan konsumsi domestik menciptakan basis pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kalau di Indonesia konsumsi itu otomatis menciptakan pertumbuhan ekonomi 4%-4,5%. Tapi dengan syarat inflasi terjaga," ujarnya seusai acara Can the Consumer Economy Keep Indonesia Out of Trouble, Rabu (30/1/2013).

Bambang menuturkan selama ini konsumsi selalu tumbuh di atas 5% per tahun. Pada 2012, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 4,8%-5,0%, sedangkan pada 2013 pertumbuhannya diproyeksi mencapai 4,9%.

"Kalau lebih dari 5% itu terlalu berat, bisa overheating. Jadi 5% itu natural dengan income per kapita dan PDB yang terus naik," tuturnya.

Konsumsi, kata Bambang, masih memberikan kontribusi yang dominan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dari target pertumbuhan ekonomi 6,3% pada 2012 lalu, kontribusi konsumsi domestik diproyeksi mencapai 2,0-2,76%.

"Konsumsi masih jadi tulang punggung perekonomian. Tapi kontribusinya bisa tersusul investasi kalau investasi tumbuh di atas 10% dan FDI masuk seperti sekarang," katanya.

Dalam APBN 2013, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8% diharapkan berasal dari kontribusi konsumsi domestik 2,71%, konsumsi pemerintah 0,55%, ekspor-impor neto 0,55%, dan PMTB atau investasi 3,03%. 

Untuk menjaga konsumsi, imbuhnya, daya beli dan tingkat inflasi harus terus dijaga. Langkah konkretnya a.l. menaikkan batas pendapatan tidak kena pajak (PTKP) menjadi Rp24 juta-30 juta/tahun dan menjaga tingkat inflasi di bawah 5%.

"Sekarang ekonomi kita sudah mantap di sisi konsumsi. Sekedar pertumbuhan minimal sudah terjamin. Tapi supaya bisa di atas 5% atau di atas 6% ini perlu investasi dan ekspor," ujar Bambang.(msb)



 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top