Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JARINGAN GAS: Dana pembangunan Rp250 miliar

BONTANG-- Pemerintah mengalokasikan dana Rp250 miliar untuk membangun jaringan gas rumah tangga di lima kota pada 2013.Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Umi Asngadah mengatakan sejak 2009 hingga 2012, Kementerian ESDM
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  20:10 WIB

BONTANG-- Pemerintah mengalokasikan dana Rp250 miliar untuk membangun jaringan gas rumah tangga di lima kota pada 2013.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Umi Asngadah mengatakan sejak 2009 hingga 2012, Kementerian ESDM telah membangun jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 57.000 kepala keluarga.

Untuk tahun ini, pengoperasian jaringan gas bumi Kota Bontang merupakan yang pertama yang dialiri gas. Kota Bontang merupakan kota ketujuh dari 13 kota yang sudah selesai konstruksi. Pemerintah menargetkan ada 6 kota lainnya yang akan menyusul beroperasi tahun ini.

Adapun keenam kota tersebut antara lain Sengkang, Rumah susun Jabodetabek, Cirebon, Bogor, Musi Banyausin, dan Prabumulih. Saat ini keenam kota tersebut masih menunggu lelang pasca konstruksi untuk menentukan siapa yang akan mengelola jaringan gas rumah tangga tersebut.

“Seharusnya yang Bontang dan keenam kota itu beroperasi 2012 karena menggunakan anggaran 2011. Namun, memang ada beberapa kendala. Salah satunya pasokan gas,” kata Umi di sela-sela Peresmian Pengaliran Gas Jaringan Gas Kota Bontang, Rabu (30/1/2013).

Sementara, untuk 2013, ada sekitar lima daerah yang sedang dalam tahap konstruksi. Kelima daerah tersebut antara lain, Sorong, Subang, Ogan Ilir, Blora, dan Sidoarjo.

Pasokan gas untuk Kota Sorong akan berasal dari Petrochina Kepala Burung. Kemudian Kota Subang dari Pertamina EP, pasokan gas untuk Ogan Ilir berasal dari Pertamina EP Sumatera Bagian Selatan. Sementara pasokan gas untuk Blora akan berasal dari Pertamina EP Cepu.

“Untuk yang konstruksi tahun ini diharapkan paling lambat beroperasi awal tahun depan. Sementara investasinya sekitar Rp250 miliar,” lanjut Umi.

Untuk Kota Bontang, ada dua kelurahan yang sudah teraliri gas bumi untuk rumah tangga, yakni Kelurahan Gunung Elai dan Kelurahan Api-Api. Gas bumi untuk rumah tangga tersebut dipasok oleh Total EP Indonesie dan Inpex Corporation kepada PT Bontang Migas dan Energi yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Kota Bontang.

Volume gas yang dipasok mencapai 1,5 MMscfd terhitung sejak 28 Januari 2013 sampai dengan berakhirnya kontrak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Mahakam di 2017.(msb)


 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Riendy Astria

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top