Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SAFEGUARD TEPUNG: Produksi Golden Grand Mills Naik 15%

JAKARTA – Kapasitas terpakai Golden Grand Mills, produsen tepung terigu nasional, meningkat menjadi 95% sejak penerapan bea masuk tindakan pengamanan sementara tepung terigu impor.Direktur Utama PT Golden Grand Mills Sunardi Theophilus mengatakan
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  00:01 WIB

JAKARTA – Kapasitas terpakai Golden Grand Mills, produsen tepung terigu nasional, meningkat menjadi 95% sejak penerapan bea masuk tindakan pengamanan sementara tepung terigu impor.

Direktur Utama PT Golden Grand Mills Sunardi Theophilus mengatakan utilisasi pabrik sebelum penerapan safeguard rata-rata hanya 80%. Hanya menjelang Ramadan, utilisasi bisa mencapai 100% dari kapasitas penggilingan gandum sebanyak 216.000 ton per tahun.

Kenaikan itu seiring peningkatan permintaan setelah terigu impor kesulitan masuk ke Indonesia karena terbebani bea masuk 5% plus BMTP sementara sebesar 20%.

“Dengan penerapan safeguard, memang ada peningkatan utilisasi karena ada replacement terigu impor oleh terigu kita. Masih sedikit sih, antara 90%-95% karena ini kan butuh waktu. Safeguard ini kan baru satu bulan lebih,” katanya, Selasa (29/1).

Dengan tindakan sementara itu pula, pabrik tepung gandum yang beroperasi di Cilegon, Banten, itu saat ini mampu menjual produk di titik impas (break even point) sebesar Rp130.000 per zak berisi 25 kg.

Sebelumnya, Golden Grand terpaksa menjual produk di bawah biaya produksi, yakni Rp125.000 per kg untuk mengimbangi terigu impor yang dijual murah.

“Ada perbaikan harga walaupun margin-nya masih tipis,” tuturnya.

Sunardi menuturkan terigu impor memang masih masuk ke pasar domestik, tetapi dalam jumlah sedikit yang merupakan realisasi dari kontrak yang diteken 2-3 bulan sebelum penerapan BMTPS mulai 5 Desember 2012.

Sebelumnya, Asosiasi Eksportir Produk Gandum, Kacang-kacangan dan Minyak Sayur Turki menyampaikan eksportir Turki berhenti mengapalkan terigu ke Indonesia sejak penerapan BMTPS.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, Golden Grand menambah silo untuk menyimpan gandum sebanyak 4 unit dengan kapasitas masing-masing 5.000 ton.

Saat ini, perusahaan patungan Turki-Indonesia itu memiliki 5 unit silo dengan kapasitas total 25.000 ton. “Dua bulan lagi selesai dibangun dan kami akan memiliki 9 unit silo,” tuturnya. (bas)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top