Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBIAYAAN PROYEK: Kemenkeu Tetapkan Mekanisme Penyaluran Dana KPS

JAKARTA-Kementerian Keuangan menetapkan dua mekanisme penyaluran dana dukungan kelayakan atas sebagian biaya konstruksi pada proyek KPS (viability gap funding/VGF) yakni secara bertahap maupun sekaligus.
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  19:19 WIB

JAKARTA-Kementerian Keuangan menetapkan dua mekanisme penyaluran dana dukungan kelayakan atas sebagian biaya konstruksi pada proyek KPS (viability gap funding/VGF) yakni secara bertahap maupun sekaligus.

Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan VGF merupakan kontribusi atas sebagian biaya konstruksi proyek infrastruktur yang digarap dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta.

“Kontribusi pemerintah bentuknya tunai dan dalam porsi tertentu dari biaya konstruksi, tapi tidak boleh mendominasi,” katanya dalam jumpa pers terkait Peraturan Menteri Keuangan terbaru, hari ini (29/1).

Fasilitas fiskal untuk mendorong pelaksanaan KPS untuk proyek-proyek infrasturktur ini dipayungi dalam PMK No.223/PMK.001/2012 yang diterbitkan pada 21 Desember 2012.

“Proyek infrastruktur yang akan didukung utamanya yang dampak sosialnya tinggi, tetapi tidak layak secara finansial”.

Dana tunai tersebut, paparnya, diberikan pemerintah kepada pihak pengembang atau developer proyek infrastruktur KPS. Dukungan tersebut bersifat sunk cost, sehingga pihak swasta tidak memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana tersebut kepada pemerintah.

Bambang menjelaskan dalam PMK itu, penyaluran VGF dibagi dalam dua mekanisme yakni secara bertahap sesuai dengan pengeluaran pengembang dalam masa konstruksi dan secara sekaligus saat operasi komersial proyek berlangsung.

Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal BKF Kemenkeu Freddy R. Saragih menuturkan penyaluran VGF sangat tergantung pada profil risiko proyek dan struktur pembiayaan pengembang proyek.(yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top