Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI SUMUT: Serdang Bedagai galakkan budidaya tanaman organik

MEDAN: Budidaya tanaman organik pekarangan rumah dapat meningkatkan perekonomian keluarga, karena harga jual sayur organik jauh lebih ekonomis dibanding harga sayuran yang ditanam menggunakan pola umum.Selain bercocok tanamnya tidak menyita waktu, kata
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Januari 2013  |  10:30 WIB

MEDAN: Budidaya tanaman organik pekarangan rumah dapat meningkatkan perekonomian keluarga, karena harga jual sayur organik jauh lebih ekonomis dibanding harga sayuran yang ditanam menggunakan pola umum.

Selain bercocok tanamnya tidak menyita waktu, kata Bupati Serdang Bedagai, Tengku Erry Nuradi, masyarakat yang melakukan budidaya tanaman organik juga bisa memilik stok sayuran sehat di lingkungan tempat tinggalnya.

“Budidaya tanaman organik di pekarangan rumah merupakan solusi cerdas, karena keluarga memiliki stok sayuran sehat setiap hari tanpa harus pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli sayuran,” kata Tengku Erry Nuradi, Jumat (25/1)..

Seperti yang dilakukan masyarakat Pasar III, Lingkungan IV, Kecamatan Medan Marelan, hasil budidaya tanaman organik pekarangan rumah telah mereka pasarkan kesejumlah pusat perbelanjaan di Kota Medan.

“Inilah yang saya maksud bahwa budidaya tanaman organik pekarangan rumah ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga, karena harga jual sayur organik jauh lebih ekonomis dibandingkan harga sayur yang ditanam dengan pola umum,” ujar Tengku Erry.

Pupuk yang digunakan juga pupuk kandang, jadi sudah jelas bahwa hasil tanaman juga jauh lebih sehat, karena tidak terkontaminasi zat kimia, sehingga harganya pun sedikit lebih tinggi.

Maryoto, Ketua Kelompok Tani Sedar mengatakan, budidaya tanaman sayur organik pekarangan rumah ini mulai ditekuni warga sejak 5 tahun terakhir melalui kelompok tani yang dibentuk ditiap-tiap lingkungan.

“Untuk menarik minat warga, kelompok tani memberikan bibit secara gratis. Kemudian kelompok tani turun langsung ke masyarakat memberikan penyuluhan dan tata cara tanam, mulai dari penyediaan media tanam, pembibitan, perawatan hingga masa panen,” ujar Maryoto.

Hampir 80% warga di kawasan Pasar III, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan telah memiliki kebun sayur sendiri di pekarangan rumahnya.

“Warga dapat membeli bibit dengan harga murah kepada kelompok tani. Keuntungan penjualan bibit dibagikan kepada anggota kelompok tani,” katanya.

Banyak pilihan bibit sayuran yang tersedia, mulai dari sawi, terong, tomat, cabai dan selada. “Harga jual sayuran organik cukup menggiurkan. Misalnya, sawi organik dihargai Rp5.000 perbungkus dengan isi kemasan lima pohon,” kata Maryoto.

Dengan luas area tanam 3x3 meter, tanaman organik sawi bisa menghasilkan antara Rp400.000 hingga Rp500.000 sekali panen.

“Meski demikian, tujuan utama dari budidaya tanaman organik pekarangan rumah ini adalah agar tiap keluarga memiliki stok sayuran sehat di pekarangan rumahnya masing-masing,” ujar Maryoto. (K14/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Heru Rahmad Kurnia

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top