Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKSPANSI BISNIS: Bosowa Group Bangun Pabrik Semen Mild Ketiga

SORONG--Bosowa Group membangun pabrik Semen Sorong dengan kapasitas 750.000 ton pertahun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  13:16 WIB

SORONG--Bosowa Group membangun pabrik Semen Sorong dengan kapasitas 750.000 ton pertahun.

Proyek yang dimulai hari ini, Selasa, 23 Januari, akan menelan investasi sebesar Rp600 miliar dan diharapkan mulai beroperasi Januari 2014.

Erwin Aksa, CEO Bosowa Group mengatakan pembangunan pabrik semen mild Bosowa di Sorong adalah yang ketiga di Indonesia.
 

Sebelumnya, Bosowa juga sudah mendirikan pabrik semen mild di Batam dan Banyuwangi.
 

Pabrik semen Bosowa Sorong akan melayani pasar tanah Papua dan Maluku yang selama ini masih mengalami kesulitan.
 

Menurutnya, harga semen di Papua bisa mencapai Rp100.000 per sak. Tingginya harga semen dipicu oleh mahalanya biaya distribusi dari pabrik semen yang ada di Sulsel.
 

Erwin mengungkapkan kebutuhan semen di tanah Papua mencapai 900.000 ton per tahun. "Pada 2014 diharapkan Semen Sorong bisa menutupi 80% kebutuhan itu," kata Erwin di sela-sela Ground Breaking PT Semen Bosowa Sorong, Rabu (23/1/2013).
 

Selain membangun pabrik, Bosowa juga membangun pelabuhan yang bisa digunakan untuk kapal dengan kapasitas 3000 DWT.
 

Dalam tiga tahun mendatang, menurutnya, Semen Bosowa Sorong akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 1,2 juta ton.

 

Butuh Semen
 

Bupati Sorong Stepanus Malak mengatakan pihaknya membuka peluang investasi di Sorong, Papua Barat, karena potensi di wilayah itu masih terbuka.
 

Selama ini, lanjutnya, banyak calon investor dari Jawa datang ke Sorong, tetapi setelah tanda tangan MoU realisasinya tidak jelas.
 

"Saya puji Bosowa, tanda tangan MoU langsung di lokasi lahan yang kami tawarkan dan dua bulan sudah realisasi," kata Stepanus.
 

Semen menurutnya, adalah komoditas yang dibutuhkan untuk mendorong percepatan infrastruktur daerah.

"Semen di sini mahal dan sulit ditemukan di pasar, apalagi jika kebutuhan proyek meningkat," ujarnya.
 

Pembangunan semen Sorong oleh Bosowa Group diharapkan menjadi pintu masuk bagi industri properti.
 

Stepanus mengungkapkan pihaknya akan menyediakan kawasan industri untuk menarik investasi dalam bidang migas dan pertambangan.
 

"Kami berharap 2014 tidak ada lagi kelangkaan semen di sini sehingga industri lain juga akan bergerak," ungkapnya.

Bosowa Siapkan Investasi US$800 Juta

Sebelumnya, Bosowa Corporation merencanakan investasi US$800 juta untuk memperkuat bisnis manufaktur hingga 2015.

Erwin mengatakan khusus pengembangan bisnis semen, dengan investasi sebesar itu pihaknya akan merealisasikan target produksi hingga 8,5 juta ton.

“Sumber pembiayaan untuk investasi berasal dari internal perusahaan dengan komposisi 30% dan 70% dari perbankan,” kata Erwin.

Menurutnya, progres realisasi pengembangan kapasitas dan ekspansi pabrik semen Bosowa sejauh ini sudah dalam tahap under contraction.

Dia juga mengatakan kontribusi Semen Bosowa hingga kuartal III 2012 mencapai 3,5 juta ton.

Dengan adanya investasi US$800 juta untuk pengembangan kapasitas dan ekspansi pabrik baru itu, total produksi semen Bosowa diproyeksikan mencapai 8,5 juta ton pada 2015. (K46) (Foto: JibiPhoto/Paulus Tandi Bone)



 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M Noor Korompot

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top