Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Pembangkit Muara Tawar ubah BBM

JAKARTA--Terendamnya pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Muara Karang membuat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) harus kembali menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk memaksimalkan pembangkit di Muara Tawar dan Tanjung Priok.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  19:35 WIB

JAKARTA--Terendamnya pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Muara Karang membuat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) harus kembali menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk memaksimalkan pembangkit di Muara Tawar dan Tanjung Priok.

Suryadi Mardjoeki, Kepala Divisi BBM dan Gas PLN mengatakan kedua pembangkit tersebut masih membutuhkan BBM untuk mencukupi kebutuhan listrik saat beban puncak. Pasalnya, hingga kini pembangkit Muara Tawar  belum menggunakan gas terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan pembangkit Tanjung Priok yang belum mendapatkan pasokan gas dari floating storage regafisication unit (FSRU) Teluk Jakarta.

"Pasti ada tambahan [penggunaan BBM] hanya saya belum menghitungnya. Karena yang di Muara Karang dikurangi," katanya di Jakarta, Senin (21/1/2013).

Suryadi mengungkapkan pihaknya akan mengurangi penggunaan BBM untuk pembangkit listrik pada Februari 2013 untuk mengkompensasi peningkatan penggunaan BBM pada Januari 2013. Dengan begitu target pengurangan penggunaan BBM untuk pembangkit listrik 2013 tetap dapat tercapai.

Sementara itu, Direktur Operasi PLN Jawa-Bali Ngurah Adnyana mengatakan PLTGU Muara Karang masih dapat memenuhi kebutuhan listrik sebagian wilayah Jakarta. Sebab hingga kini penggunaan listrik di sejumlah wilayah Jakarta belum mencapai beban puncaknya.

"Beban PLTGU Muara Karang kan juga turun, karena sebagian pengguna listriknya masih padam karena kebanjiran," ujarnya.

Dia menjelaskan pelanggan yang mendapat pasokan dari Gardu Induk Budi Kemuliaan dan Kebon Sirih umumnya menggunakan generator listrik pribadi untuk memenuhi kebutuhan listriknya untuk sementara. Sehingga, beban penggunaan listrik bisa tetap terjaga.

Menurutnya, BBM yang digunakan PLN nantinya tidak akan banyak meskipun harus mengoptimalkan pembangkit lain untuk menahan beban puncak penggunaan listrik. "Tidak terlalu banyak [penggunaan BBM], karena memang bebannya turun akibat sebagian pelanggan masih mengalami kebanjiran," tuturnya.

Seperti diketahui PLTGU Muara Karang ikut terendam air banjir dalam musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta. Akibatnya, PLTGU itu hanya mampu menyuplai 400 mega watt (MW) dari kapasitasnya yang sebesar 1.500 MW.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lili Sunardi

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top