Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI MIGAS: KKKS bakal dapat insentif

JAKARTA--Pemerintah sedang menyiapkan insentif untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang melakukan kegiatan eksplorasi.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan Indonesia harus menjadi negara dengan sumber gas berlimpah.
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  19:15 WIB

JAKARTA--Pemerintah sedang menyiapkan insentif untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang melakukan kegiatan eksplorasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan Indonesia harus menjadi negara dengan sumber gas berlimpah. Untuk itu, dia meminta para investor, baik dalam maupun luar negeri untuk terus mengeksplorasi migas di dalam negeri.

Masalahnya, saat ini, investor merasa belum diberikan kemudahan dalam mengeksplorasi. Misalnya, masih ada masalah perpajakan yang membebani dalam kegiatan eksplorasi.

“Sekarang masih ada masalah perpajakan. Kita minta untuk diberi kemudahan bagi mereka, agar banyak orang yang mau investasi eksplorasi sehingga 5-10 tahun kedepan (bisa dinikmati anak cucu),” kata Wacik di sela-sela acara International Indonesia Gas Conference and Exhibition 2013 di JCC, Senin (21/1/2013).

Nantinya, rencana pemberian insentif ini akan diajukan ke Kementerian Keuangan. Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Eddy Hermantoro mengatakan insentif eksplorasi akan diberikan kepada KKKS yang melakukan eksplorasi, baik di laut dalam maupun onshore (darat). Salah satu insentifnya adalah pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada masa eksplorasi.
 
“Nanti dibawa ke Kemenkeu. Memang kita harus cek apakah waktu itu kita sudah minta Kemenkeu membuat Petunjuk Pelasana untuk pelaksanaannya di lapangan atau belum,” kata Eddy di kesempatan terpisah. Mengenai bentuk aturan yang akan mewadahi insentif tersebut, pihaknya belum memutuskan.

Selain pembebasan PBB, kemudahan yang akan diberikan kepada investor eksplorasi adalah kemudahan data. Saat ini, data migas yang dimiliki Indonesia kurang lengkap dan bagus. Untuk itu, pemerintah akan mendorong untuk perbaikan data.

“kita kan selalu dibilang datanya kurang bagus, inilah kita dorong, pakai dana pemerintah ada, pakai anggaran survei company juga ada, secara bersamaan.”

Selain pembebebasan pajak dan kelengkapan data, ada beberapa kemudahan lain yang akan diberikan kepada investor. Namun, pemerintah menyatakan masih akan mendskusikannya dengan berbagai pihak mengenai insentif apa saja yang harus diberikan.

Wacik menambahkan, saat ini para investor lebih banyak mengeksplorasi cadangan migas di bagian barat Indonesia.  Alasannya, untuk mengeksplorasi Indonesia bagian Timur dibutuhkan investasi dan resiko yang besar. (msb)



 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Riendy Astria

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top