Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANDARA KUALA NAMU: Dirut Railink meninggal, uji coba kereta ditunda

JAKARTA—Rencana uji coba kereta bandara Kuala Namu-Medan  yang akan dilakukan pada awal 2013 batal dilakukan karena meninggalnya Direktur Utama PT Railink.PT Railink merupakan anak usaha patungan antara PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Januari 2013  |  22:16 WIB

JAKARTA—Rencana uji coba kereta bandara Kuala Namu-Medan  yang akan dilakukan pada awal 2013 batal dilakukan karena meninggalnya Direktur Utama PT Railink.

PT Railink merupakan anak usaha patungan antara PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II.

Humas PT Kereta Api Indoenesia Divisi Regional I Sumatra Utara-Nanggroe Aceh Darusalam,  Hasri mengatakan dijadwalkan rencana uji coba keret bandara Kuala Namu pada rabu 16 Januari 2013.

“Direncanakan uji coba akan dilakukan dalam waktu dekat tetapi kita sepakat untuk belum memberitahu waktu uji coba. Nanti kita kabari lagi,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (20/1).

Hasri menjelaskan pekerjaan rel kereta api bandara Kuala Namu telah rampung dan akan diujicobakan pada waktu dekat ini.

PT Railink merupakan operator kereta bandara Kuala Namu yang 60% sahamnya dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia dan 40% sahamnya dikuasai oleh PT Angkasa Pura II.

Berdasarkan catatan Bisnis, Direktur PT Railink I Ketut Suarta meninggal pada Selasa 15/1/2013 di Bandung-Jawa Barat.

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono pada kesempatan terpisah mengatakan  pada kuartal I 2013 pihaknya akan melakukan uji coba jalur kereta bandara Kuala Namu Medan.

Menurutnya, pada 2012 pihaknya telah mengganti rel baru dari stasiun Medan menuju Aruskabu yang menelan biaya Rp67,2  miliar.

Dia menjelaskan pihaknya telah mengirim dua set kereta api dari Jawa untuk melakukan uji coba jalur kereta bandara Kuala Namu karena kereta yang dipesan belum tersedia dan membutuhkan waktu 18 bulan. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top