Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UMKM: Pertumbuhan Kredit Mencapai 19,2%

DENPASAR-Pertumbuhan kredit UMKM Bali per November 2012 mencapai 19,2%, di bawah pertumbuhan kredit total yang tercatat di kisaran 28% dengan jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp15,3 triliun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Januari 2013  |  22:29 WIB

DENPASAR-Pertumbuhan kredit UMKM Bali per November 2012 mencapai 19,2%, di bawah pertumbuhan kredit total yang tercatat di kisaran 28% dengan jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp15,3 triliun.

Secara nominal tingkat penyaluran kredit mengalami peningkatan dibandingkan pencapaian triwulan IV tahun 2011 sebesar Rp12,8 triliun, tetapi dibandingkan pertumbuhan tiap tahunnya terjadi penurunan dari triwulan II dan triwulan IV tahun 2011 masing-masing sebesar 21,49% dan 27,73% menjadi 16% pada triwulan III tahun 2012 dan 19,2% pada November 2012.

I Gede Made Sadguna, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah III Bali-Nusra mengatakan penurunan tersebut dikarenakan banyak UMKM yang layak dari sisi fisibilitas atau prospek peluang usahanya, tetapi masih belum mampu memenuhi dari sisi elegabilitas atau persyaratan administrasi perbankan.

"Ini dapat diatasi dengan mengupayakan sinergi pemda untuk mempermudah persyaratan perizinan usaha sehingga kelayakan usaha secara administrasi dapat diatasi dan UMKM mendapat akses perbankan," katanya dalam seminar Kadin Bali 'Optimalisasi Peranan Lembaga Keuangan dalam Menyikapi Pendanaan UMKM', Jumat (18/1/2013).

Selain itu, lanjut dia, adalah dengan meningkatkan efisiensi bank melalui pencapaian rasio biaya operasional dan pendapatan (BOPO) bank yang idealnya berada di bawah 70%. Dari margin yang dihasilkan dari efisiensi nantinya dapat diarahkan untuk menekan suku bunga kredit UMKM.

Ketua Kadin Bali Gede Sumarjaya Linggih mengungkapkan selama ini lemahnya akses perbankan terhadap UMKM dikarenakan kendala teknis keterampilan dan lemahnya jaringan UMKM terhadap perbankan.

Kata dia secara mental psikologis, UMKM di Bali lebih memilih jalinan kekeluargaan untuk urusan kredit finansial seperti yang diakomodasi lembaga keuangan lembaga perkreditan desa (LPD) atau bank perkreditas rakyat (BPR). Padahal jika dibandingkan suku bunga, jelas lembaga keuangan mikro itu lebih besar dari bank umum.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan BI wilayah Bali-Nusra dari jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp15,3 triliun, sektor yang mendominasi kredit UMKM di antaranya sektor jasa-jasa 37%, keuangan 30%, pertanian dan perikanan 10,06%.(ems)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : I Komang Robby Patria

Editor : Ema Sukarelawanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top