Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGKUTAN PELABUHAN: Iklim bisnis tak kondusif, pengusaha pilih kandangkan armada

JAKARTA: Pengusaha angkutan barang dan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok mulai bersiap mengandangkan armadanya  akibat  semakin tidak sehatnya iklim bisnis angkutan dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.Maradang Rasjid, Sekretaris
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Januari 2013  |  03:51 WIB

JAKARTA: Pengusaha angkutan barang dan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok mulai bersiap mengandangkan armadanya  akibat  semakin tidak sehatnya iklim bisnis angkutan dari dan ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Maradang Rasjid, Sekretaris Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) DKI Jakarta mengatakan sebagian operator kini memilih mengandangkan armadanya menyusul kian parahnya kerusakan jalan di jalur distribusi Cakung Cilincing-Marunda-Tanjung Priok , karena banyak jalan berlobang dan tergenang air.

“Hal ini menyebabkan kerusakan pada armada yang di operasikan. Di samping itu waktu tempuh dari kawasan Cilincing menuju Priok yang hanya berjarak 1 kilometer butuh waktu 5 jam.Kondisi bisnis seperti ini sudah sangat tidak sehat,” ujarnya kepada Bisnis sore hari ini, Rabu (16/1).

Lambannya menanggapi keluhan operator angkutan pelabuhan ini, kata dia, bakal berpotensi menimbulkan stagnasi di pelabuhan.

Dia mengatakan, jika pemerintah dan instansi terkait tidak segera mengatasi kemacetan dan kerusakan jalan di jalur distribusi tersebut, maka akan lebih banyak lagi operator angkutan pelabuhan yang memilih mengandangkan armadanya.

“Ketimbang kami (operator) merugi lebih baik di garasi saja, sebab ongkos angkut  saat ini sudah tidak seimbang dengan pengeluaran biaya bahan bakar akibat kemacetan di jalan,” paparnya.

Rasjid mengatakan, pengerjaan proyek jalan tol langsung  atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cilincing –Jampea, section E- 2 ke pelabuhan yang di sedang di kerjakan saat ini juga mengkontribusi kemacetan di jalur distribusi tersebut.

“Jalan tol langsung-nya belum selesai tetapi jalan umum  di sebelahnya kini sudah hancur dan rusak parah mulai dari Cakung Cilincing hingga Priok,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pada pagi hari ini (16/1) juga sudah dilaksanakan pertemuan koordinasi antara manajemen Pelindo II dan Pengurus Organda DKI Jakarta guna mengetahui dampak pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cilincing  Jampea section E- 2, terhadap operator angkutan pelabuhan.

“Kami sudah sampaikan pengerjaan fisik JORR itu  menyebabkan penyempitan  sebagian jalan, sehingga kemacetan tidak bisa di hindari,”tuturnya. (arh)

A


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Mabrori

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top