Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERUM NAVIGASI: Pendapatan PT Angkasa Pura berpotensi tergerus Rp1 triliun/tahun

JAKARTA: Pendapatan PT Angkasa Pura (Persero) berpotensi hilang sekitar Rp1 triliun per tahun karena terbentuknya Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI).
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  02:12 WIB

JAKARTA: Pendapatan PT Angkasa Pura (Persero) berpotensi hilang sekitar Rp1 triliun per tahun karena terbentuknya Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI).


Potensi kehilangan pendapatan tersebut berasal dari Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II masing-masing sebesar Rp500 miliar.


Perusahaan yang dinamakan Perum Navigasi itu kini berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Perum Navigasi akan mengambil alih radar penerbangan atau air traffic controller (ATC) yang selama ini dikelola oleh PT Angkasa Pura (Persero).


Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Tommy Soetomo mengatakan pihaknya akan kehilangan pendapatan dari ATC sekitar Rp500 miliar.


Untuk menutupi kekurangan tersebut, perusahaan akan meningkatkan pendapatan dari non-aeronautika.
Meskipun demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan harus kehilangan pendapatan dari bisnis ATC.


“Sebagai penggantinya kita sudah memiliki empat anak usaha yakni AP hotel, properti, logistik, dan support. Pada tahun ini, total pendapatan anak usaha kita mencapai Rp300 miliar,” katanya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/1).


Senada dengan Tommy, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Laurensius Manurung mengungkapkan perseroan berpotensi kehilangan pendapatan dari ATC sekitar Rp500 miliar, sedangkan kehilangan laba sekitar Rp140 miliar dari keseluruhan laba sebesar Rp1,6 triliun.


“Mereka kan selain kita keluarkan pendapatan, dikeluarkan juga SDM dan biaya,” ujarnya. (arh)



 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top