Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAMRI Patok Belanja Modal Rp398,2 Miliar

JAKARTA—Perum Damri menganggarkan belanja modal Rp398,2 miliar pada tahun ini di antaranya untuk membeli  bus  baru. Adapun pendapatan ditargetkan Rp1 triliun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  21:14 WIB

JAKARTA—Perum Damri menganggarkan belanja modal Rp398,2 miliar pada tahun ini di antaranya untuk membeli  bus  baru. Adapun pendapatan ditargetkan Rp1 triliun.

Direktur Utama Perum Damri Agus Subrata mengatakan untuk tahun ini nilai capital ekspenditure (capex) atau belanja modal naik 43% dari realisasi tahun lalu yang masih Rp277,5 miliar.

"Sebenarnya pada 2012, kami menargetkan belanja modal Rp334,3 miliar. Namun realisasi lebih kecil karena kami menunda pembelian box logistik dan dump truck atau angkutan batu bara seiring harga batu bara yang masih turun," katanya hari ini, Rabu (16/1/2013).

Dia menjelaskan untuk 2013 ini pihaknya akan kembali melakukan pembelian dan peremajaan armada. Ada 500 armada baru yang diibeli Damri setiap tahunnya plus rekondisi 500 armada lama. "Pembelian 500 bus ini sudah berlangsung dalam 2 tahun terakhir, dan akan terus dilakukan," ucap Agus.

Agus menargetkan bus-bus baru ini akan menambah pangsa pasar perseroan termasuk mencari segmen baru.

"Kami tengah mengkaji untuk membuat angkutan logistik ke pelabuhan, khususnya di Tanjung Priok Jakarta. Kami lihat kebutuhannya tinggi, kalau kami mulai dari Jakarta, kami yakin di daerah akan bisa mengikuti," ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan investasi baru membeli armada ini, Agus optimistis sudah ada sejumlah bank yang menawarkan pinjaman, sepertu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank DKI, dan kini mulai pendekatan Bank Jabar Banten.

"Kami optimistis dapat mengembangkan usaha kami yang akan didukung perbankan nasional," ucapnya.

Dia menargetkan Damri membukukan pendapatan hingga Rp1 triliun pada 2013, dengan laba Rp69,41 miliar. "Pada tahun lalu laba sebelum pajak kami Rp59,6 miliar, sedikir melenceng dari target Rp60,1 miliar. Untuk pendapatan sebenarnya target kami Rp930 miliar tahun ini, tetapi saya inginnya mencapai Rp1 triliun," tutur Agus. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top