Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMN KONSTRUKSI: WIKA diminta segera tuntaskan akuisisi Sarana Karya

JAKARTA: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendesak proses akuisisi PT Wijaya Karya Tbk terhadap PT Sarana Karya (Persero) harus dipercepat untuk kelancaran bisnis kedua belah pihak.Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui proses tersebut memang
- Bisnis.com 08 Januari 2013  |  11:19 WIB

JAKARTA: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendesak proses akuisisi PT Wijaya Karya Tbk terhadap PT Sarana Karya (Persero) harus dipercepat untuk kelancaran bisnis kedua belah pihak.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui proses tersebut memang mengalami kendala, tetapi dia berharap segera bisa rampung. "Saya berharap proses itu bisa cepat," ujarnya, Selasa (8/1).

Sebelumnya, Wijaya Karya mengharapkan proses tersebut bisa terealisasi kuartal I 2013.

Peraturan Pemerintah untuk payung hukum akuisisi Sarana Karya telah tuntas sehingga resmi menjadi bagian dari BUMN karya ini.

Corporate Secretary WIKA Natal Argawan Pardede menjelaskan perseroan akan menyediakan dana mencapai Rp213,6 miliar yang dialokasikan dari belanja modal (capital expenditure/capex) 2013.

"Akuisisi dan penyertaan telah disiapkan sebesar Rp213,6 miliar," tuturnya.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan satu pabrik pengolahan aspal seluas 30 hektare sebagai tindak lanjut dari akuisisi Sarana Karya yang memiliki konsesi aspal alam.

"Sarana Karya punya konsesi, kami sudah membeli lahan 30 hektare di dekat daerah sana untuk membangun pabrik di Lawele, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Pada tahun ini mulai membangun pabrik kapasitas 50.000 ton," tambahnya.

Harapannya, nanti emiten berkode saham WIKA itu akan memproduksi hingga 300.000 ton aspal blended dengan mendirikan 6 pabrik pengolahan aspal di dekat Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. (arh)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top