TENAGA KESEHATAN: saat diperbanyak secara signifikan

 
Jessica Nova | 31 Desember 2012 11:05 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah harus memperbanyak secara signifikan jumlah tenaga kesehatan baru, terutama untuk mendukung program promotif dan preventif kesehatan.
 
“Kementerian Kesehatan harus meningkatkan serapan tenaga kesehatan bagi lulusan baru ataupun yang masih PTT [pegawai tidak tetap],” kata Anggota Komisi IX DPR Zuber Safawi, Senin (31/12/2012).
 
Bahkan, dia menambahkan pihaknya banyak mendapat laporan soal PTT yang bertahun-tahun tidak diangkat tanpa alasan yang jelas.
 
Saat ini, secara nasional rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah puskesmas di Tanah Air berdasarkan jenisnya adalah dokter umum sebanyak 1,84 atau 1,84 dokter untuk melayani satu  puskesmas.
 
Menurut data profil Kesehatan Indonesia 2011, untuk jumlah dokter gigi sekitar 0,71 atau 0,71 dokter gigi untuk melayani satu puskesmas.
 
Adapun perawat 11,51, bidan 11,16 dan tenaga kesehatan lainnya (kesehatan masyarakat, sanitarian, dan ahli gizi) hanya 4,58.
 
“Kecilnya rasio setiap tenaga kesehatan itu karena sebarannya yang juga tidak merata dan hal itu menunjukkan sumber daya kesehatan di setiap provinsi sangat minim,” tutur Zuber.
 
Pada 2010, Kementerian Kesehatan mendata secara keseluruhan komposisi tenaga kesehatan di Tanah Air dengan kondisi seperti dibawah ini:
 
·Perawat: 183.880 orang (44%)
·Bidan: 96.643 orang (23%)
·Dokter: 52.222 orang (13%)
·Kesehatan masyarakat: 29.139 orang (7%)
·Kefarmasian: 20.043 orang (5%)
·Teknisi Medis: 16.311 orang (4%)
·Tenaga gizi: 12.670 orang (3%)
·Terapi fisik: 3.033 orang (1%)
 
Berdasarkan data tersebut, ternyata profesi perawat memiliki kuantitas yang mendominasi di Indonesia, yakni sekitar 44% dari total jumlah tenaga kesehatan.
 
Namun, Zuber menilai kuantitas perawat pun yang begitu mendominasi hingga kini belum memiliki korelasi yang kuat berkaitan dengan penentuan kebijakan kesehatan maupun perlakuan profesi lainnya.  (ra)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup