JORR UTARA: Marga Lingkar Jakarta alokasikan modal Rp793 miliar

JAKARTA--PT Marga Lingkar Jakarta mengalokasikan modal untuk penyelesaian proyek tol Jakarta Outer Ring Road Utara senilai Rp793 miliar, untuk anggaran tahun depan. Rinciannya, yakni Rp493 miliar untuk anggaran pembebasan tanah, dan kegiatan konstruksi
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  01:51 WIB

JAKARTA--PT Marga Lingkar Jakarta mengalokasikan modal untuk penyelesaian proyek tol Jakarta Outer Ring Road Utara senilai Rp793 miliar, untuk anggaran tahun depan. Rinciannya, yakni Rp493 miliar untuk anggaran pembebasan tanah, dan kegiatan konstruksi senilai Rp300 miliar.  

 

Sebelumnya, perusahaan juga telah mengalokasikan anggaran senilai kurang lebih Rp700 miliar, untuk pendanaan proyek selama 2012.  

 

Direktur Utama PT MLJ Sonhadji Surahman mengatakan anggaran itu, akan digunakan untuk pemyelesaian konstruksi seksi satu rute Kebon Jeruk-Joglo sepanjang 1,95 kilometer, yang ditargetkan rampung pertengahan 2013 mendatang.

 

 "Saat ini, progres pembangunan seksi satu sudah mencapai 61,7%. Jadi selama kuartal I/2013 kita kerja proses konstruksinya," ujar Sonhadji di Jakarta Jum'at (28/12/2012).

 

Sonhadji mengatakan untuk seksi satu itu, kegiatan konstruksi ditargetkan rampung Juli 2013. Artinya, dengan masa evaluasi kelayakan jalan yang umumnya memakan waktu hingga dua bulan, maka ruas tol itu sudah bisa beroperasi paling lambat November 2013.  

 

Sementara itu, untuk progres konstruksi tiga seksi lainnya, katanya, masing-masing seksi dua Meruya-Joglo sepanjang 1,5 km mencapao progress 68,7%, dan seksi 3 Joglo-Ciledug sepanjang 2,35 km mencapai 50%.

 

Sedangkan seksi 4 yang membentang dari Ciledug - ulujami sepanjang 2,07 km baru mencapai progress fisik sebesar 9,2%. "Paket 4 tanahnya masih 130-an bidang tanah masih terkendala masalah harga. Awalnya  kalau tanahnya beres Desember ini, rampung Desember tahun depan, tapi tanahnya belum selesai," katanya.

 

Jalan Tol JORR W2 akan dibangun sepanjang  7,67 Km, dengan kebutuhan total investasi untuk ruas tol ini diperkirakan menelan dana Rp2,2 triliun. Dengan sumber pendanaan berasal dari pinjaman perbankan sebesar 70%, sedangkan 30% sisanya berasal dari equity perusahaan.    

 

Menurut Sonhadji, jika JORR W2 tersebut telat dioperasikan, maka dikhawatirkan, saat selesai diakhir 2013 atau awal 2014, kondisinya sudah macet.    

 

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan pemerintah optimistis proyek pembangunan tol JORR W2 itu, bisa selesai pada akhir 2013. Target itu, merupakan satu dari enam proyek tol yang diproyeksi beroperasi tahun depan.(msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mia Chitra Dinisari

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top