Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SEWA KANTOR Di Jakarta Diperkirakan Naik 35%

JAKARTA –Harga sewa ruang perkantoran di Jakarta pada 2013 diperkirakan akan melanjutkan kenaikan harga sewa pada tahun ini sebesar 35% didorong oleh permintaan dari perusahaan luar negeri.
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 28 Desember 2012  |  04:19 WIB

JAKARTA –Harga sewa ruang perkantoran di Jakarta pada 2013 diperkirakan akan melanjutkan kenaikan harga sewa pada tahun ini sebesar 35% didorong oleh permintaan dari perusahaan luar negeri.

Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia, menuturkan sebagian besar permintaan ruang kantor sewa di  Jakarta pada 2013 berasal dari perusahaan luar negeri yang bergabung di industri perbankan dan keuangan, perminyakan dan pertambangan, serta telekomunikasi.

"Mengingat pasokan yang sangat terbatas dari ruang kantor yang dijual, nilai modal kantor meningkat tipis ke depannya. Tren kenaikan harga sewa ruang kantor pada tahun ini diperkirakan akan berlanjut pada 2013," ujar Ferry  melalui siaran persnya Kamis (27/12/2012).

Adapun,  untuk pasar ruang kantor global, lanjutnya,  sektor properti kantor diperkirakan cukup positif meskipun ekonomi global saat ini mengalami beberapa hambatan sebagai akibat dari krisis zona Eropa, melambatnya pertumbuhan ekonomi di China, dan perkiraan fiscal cliff Amerika.

Menurut Global Office 2013 Outlook yang baru-baru ini dirilis oleh Colliers International disebutkan dalam hal biaya ruang kantor, dua pasar di Asia tercatat berada di posisi kedua dalam lima besar termahal di dunia pada pertengahan 2012.

Biaya sewa ruang kantor kelas A di Hongkong tetap di peringkat tertinggi di dunia, diikuti tokyo yang menempati posisi ketiga.

Arief Rahardjo, Head of Research Cushman & Wakefield Indonesia, menuturkan sepanjang 2013 harga sewa rata-rata ruang perkantoran di Jakarta diproyeksikan tumbuh 10% hingga 15%.

"Kenaikan harga sewa ruang kantor di Jakarta terjadi pada awal 2013 akibat naiknya service charge sejalan dengan kenaikan tarif dasar listrik," kata Arief.

Dia menjelaskan permintaan ruang perkantoran di central business district (CBD) Jakarta pada 2013 diperkirakan seiring dengan meningkatnya kinerja perekonomian Indonesia dan makin derasnya arus investasi asing.

"Tingkat hunian tampaknya akan terus naik dalam 6 bulan pertama 2013 karena lebih dari 50% pasokan yang akan masuk sebagian besar akan terjadi di semester kedua tahun depan," ungkapnya.

Dia memaparkan pada tahun depan di CBD Jakarta akan ada tambahan pasokan 340.000 m2 dan sebanyak 88% dari pasokan baru tersebut adalah perkantoran grade A.

Sebelumnya dengan selesainya 88 Kasablanka menambah pasokan ruang perkantoran grade A CBD Jakarta sebesar 89.000 m2 dan membawa total pasokan menjadi 4,52 juta m2 pada akhir kuartal keempat 2012.

Lebih lanjut dia menuturkan tingkat hunian pada 2012 naik menjadi 92,9% yang merupakan tingkat hunian tertinggi sejak 1990. Perkantoran grade C menikmati tingkat hunian tertinggi di perkantoran CBD Jakarta sebesar 96,4%, diikuti perkantoran grade B sebesar 93,9% dan grade A sebesar 91%. (sut) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top