Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SEMEN TONASA Siapkan Investasi Rp1 Triliun Bangun Packing Plant Tahun Depan

MAKASSAR--PT Semen Tonasa akan menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp1 triliun a.l untuk membangun packing plant di beberapa wilayah penjualan Tonasa, guna menunjang target peningkatan produksi dan penjualan sebesar 6,5 juta ton
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2012  |  02:00 WIB

MAKASSAR--PT Semen Tonasa akan menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp1 triliun a.l untuk membangun packing plant di beberapa wilayah penjualan Tonasa, guna menunjang target peningkatan produksi dan penjualan sebesar 6,5 juta ton pada 2013.

Direktur Utama PT Semen Tonasa Andi Unggul Attas mengatakan investasi yang akan disiapkan tahun depan menurun jauh dari nilai investasi tahun ini yang mencapai kurang lebih Rp5,8 triliun, karena pada 2012 pihaknya membangun pabrik Tonasa V dan power plant berkapasitas 2 x 20 megawatt (MW).

“Tahun ini investasi kami memang cukup besar, karena digunakan untuk membangun pabrik, power plant, dan lain-lain,” kata Unggul kepada Bisnis, Kamis (27/12/2012).

Sementara investasi yang disiapkan tahun depan hanya Rp1 triliun, dan hanya untuk membangun empat packing plant atau gudang pengantongan semen di beberapa wilayah di Kawasan Indonesia Timur (KTI) dan pabrik penggilingan batu bara, serta penambahan mesin packer di Bitung yang semuanya untuk menunjang peningkatan produksi dan penjualan di KTI.

Dia mengatakan setelah pabrik Semen Tonasa V resmi beroperasi beberapa waktu lalu, pihaknya memang berencana membangun pabrik Tonasa VI. Namun ternyata, rencana itu belum akan direalisasikan dalam waktu dekat ini.

“Memang ada rencana pembangunan pabrik Tonasa VI setelah Tonasa V beroperasi, tapi rencana itu baru akan direalisasikan nanti, belum dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Adapun beberapa rencana investasi yang akan direalisasikan dengan anggaran sebesar Rp1 triliun pada 2013 a.l, menyelesaikan packing plant Kendari yang kini sedang dalam proses pembanguan yang diestimasi selesai dan beroperasi pada Agustus 2013.

Selain itu, pihaknya juga berencana membangun packing plant di Jayapura, Sulawesi Barat, Gorontalo, Balikpapan, dan akan menambah mesin pengepak semen atau packer di Bitung dengan kapasitas 300.000 ton per tahun.

“Sekarang di Bitung sudah ada mesin packer dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, sehingga dengan tambahan kapasitas yang sama pada 2013, total kapasitas yang akan dihasilkan nanti menjadi 600.000 ton per tahun,” kata Unggul.

Saat ini, pihaknya juga tengah mempersiapkan packing plant di Sorong yang dalam waktu dekat ini akan memulai operasinya.

Dia menyebutkan, dengan tambahan lima packing plant diluar tambahan satu packer di Bitung, total packing plant yang akan dimiliki perusahaannya menjadi 14 packing plant. Saat ini, pihaknya sudah memiliki packing plant atau gudang pengantongan semen di Makassar, Bali, Samarinda, Banjarmasin, Palu, Bitung, Pontianak, dan Ambon.      

Penambahan packing plant di hampir semua wilayah pemasaran Semen Tonasa di KTI menurutnya, selain untuk meningkatkan produksi dan penjualan tahun depan menjadi 6,5 juta ton dari prognosa tahun ini sebesar 4,8 juta ton untuk produksi dan 4,7 juta ton untuk penjualan, juga agar distribusi semen ke seluruh wilayah penjualan Tonasa semakin lancar.

Dia mengungkapkan dari prognosa penjualan dan produksi tahun ini, penyerapan terbesar atau sekitar 20% berada di Sulsel karena tingkat kebutuhan semen di daerah ini cukup tinggi yaitu mencapai 120.000 ton per bulan. Sementara 80% lagi, penyerapannya tersebar di seluruh KTI yang menjadi wilayah penjualan Tonasa selama ini.

Unggul mengatakan penambahan packing plant dan pabrik penggilingan batu bara pada tahun depan, juga untuk mendukung usaha pihaknya yang berencana mencapai target pangsa pasar sebesar 42% di KTI dan 9,5% hingga 10% secara nasional. Saat ini, pihaknya baru menguasai pangsa pasar sebesar 38% di KTI dan 8,5% secara nasional.

Adapun investasi yang akan disiapkan pada 2013, tambahnya, bisa berasal dari pinjaman perbankan dengan porsi 70% pinjaman dan selebihnya dana korporasi. Tetapi bisa juga 100% menggunakan dana korporasi melalui Semen Indonesia yang kini menjadi induk perusahaannya sejak 20 Desember 2012.

“Mengenai pembiayaan investasi kami punya dua opsi. Nanti dilihat, opsi mana yang akan dipakai,” katanya.

Selain untuk meningkatkan produksi dan penjualan tahun depan, investasi tersebut juga dalam rangka mencapai target laba bersih perusahaan sebesar Rp700 miliar, dari laba bersih tahun ini yang diproyeksikan mencapai kurang lebih Rp640 miliar. (K46)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wiwiek Dwi Endah

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top