Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GARUDA INDONESIA TRAINING CENTRE Masih Butuh 1.000 Tenaga Awak Kabin

JAKARTA--Garuda Indonesia Training Centre (GITC) hingga kini masih membutuhkan sekitar 1.000 tenaga untuk dibina menjadi awak kabin Garuda pada 2013.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  20:43 WIB

JAKARTA--Garuda Indonesia Training Centre (GITC) hingga kini masih membutuhkan sekitar 1.000 tenaga untuk dibina menjadi awak kabin Garuda pada 2013.

Senior Training Expert GITC Uton Hartono mengatakan penyerapan awak kabin dan tenaga lainnya tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan ekspansi perusahaannya yang terus menambah armada dan membuka rute-rute baru.

"Saat ini kami sudah melatih sekitar 2.600 orang. Rencananya kuota itu akan ditambah menjadi 4.000 orang hingga 2015 nanti," kata Uton saat menerima kunjungan Famtrip Media Makassar di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Dia menjelaskan dalam setahun ada sekitar 400 awak kabin yang keluar dari training centre tersebut.

"Awak kabin perempuan atau pramugari yang paling banyak, sekitar 90% lebih. Sisanya awak kabin laki-laki atau pramugara," katanya. 

Garuda Training Centre juga pernah melayani kebutuhan awak kabin dari maskapai penerbangan lain, tapi karena kebutuhan yang cukup besar akhirnya pelayanan itu dihentikan sementara. 

"Selain kebutuhan, faktor persaingan juga menjadi pertimbangan GITC. Sudah hampir tiga tahun, kami tidak melayani maskapai penerbangan lain," tegas Uton.

Selain itu, rombongan Famtrip Media Makassar juga mengunjungi unit layanan bisnis Garuda Indonesia Flight Training Centre (GIFTC) 

GIFTC adalah sebuah unit pelatihan tenaga pilot untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan Garuda Indonesia. 

"Setiap enam bulan sekali, pilot harus melakukan medical check up. Ini dilakukan untuk tetap menjaga kondisi mereka," ungkapnya. 

Dia menambahkan setiap enam bulan sekali tenaga pilot juga wajib mengikuti simulator yang berisi tentang persoalan maupun permasalahan teknis dalam menjalankan tugas."Mereka ikut simulasi agar tetap tanggap jika terjadi permasalahan atau trouble penerbangan seperti engine yang rusak hingga saluran udara yang bermasalah," terangnya. (K46)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendra Nick Arthur

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top