Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TAMBANG BANGKO: Proses Valuasi Selesai Januari 2013

JAKARTA—PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperkirakan Januari 2013 mendatang proses valuasi tambang di Banko selesai dilakukan, sehingga Rajawali Asia Resources dapat masuk ke dalam PT Bukit Asam Bangko dengan membayar kompensasi kepada perseroan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2012  |  20:42 WIB

JAKARTA—PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperkirakan Januari 2013 mendatang proses valuasi tambang di Banko selesai dilakukan, sehingga Rajawali Asia Resources dapat masuk ke dalam PT Bukit Asam Bangko dengan membayar kompensasi kepada perseroan.

Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan hingga kini proses valuasi tambang masih terus dilakukan dan diperkirakan selesai Januari 2013 mendatang. Dengan demikian, diharapkan restrukturisasi kepemilikan saham PT Bukit Asam Bangko dapat segera diselesaikan dengan membayar kompensasi berdasarkan hasil valuasi itu.

“Konsultan independen nantinya akan menilai konsensi tambang itu berapa nilainya, sehingga mitra kami nanti masuk dengan kompensasi nilai ganti yang telah ditentukan. Mitra kami tetap Rajawali [Rajawali Asia Resources],” katanya di Jakarta hari ini, Kamis (20/12/2012).

Menurutnya, dengan selesainya proses valuasi dan restrukturisasi kepemilikan saham itu, nantinya PT Bukit Asam Bangko bisa segera beroperasi. “Setelah cross ownership selesai, pembangunan railway bisa segera dilaksanakan dengan melakukan pembebasan lahan.

Milawarma juga sebelumnya menyebutkan 2008 lalu cadangan tambang itu sebenarnya telah divaluasi dengan nilai US$1,21 per ton, dengan cadangan batubara sebanyak 400 juta ton. Saat itu, fungsi PT Bukit Asam Bangko hanya sebagai operator tambang dan belum memiliki IUP.

“Kemudian kan keluar Undang-Undang No.4/ 2009  yang mengatakan operator tambang itu harus memiliki IUP, sehingga harus diselesaikan dulu pengalihan IUP nya. Oleh karena itu, sekarang harus divaluasi ulang dan nilainya juga kemungkinan berubah dari yang dulu, tergantung kondisi makro ekonomi, harga batubara, dan lainnya.” Ujarnya.

Seperti diketahui, PT Bukit Asam Bangko merupakan anak usaha yang didirikan oleh PTBA bersama PT Rajawali Asia Resources, dengan kepemilikan saham 65% dikuasai PTBA dan 35% sisanya dimiliki Rajawali Asia Resources.

Milawarma juga mengatakan persoalan yang terjadi pada PT Bukit Asam Bangko tidak mempengaruhi target produksi batu bara PTBA di 2013 mendatang. Perseroan menargetkan pertumbuhan produksi sebanyak 20-25% dari prediksi realisasi produksi batu bara 2012 yang sebanyak 15 juta ton.

Peningkatan kapasitas produksi itu menurutnya untuk menekan biaya produksi batu bara per ton. “Kalau kapasitas produksi naik, tentu biaya produksi per ton kami akan menurun. Itu juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing kami menghadapi tidak menentunya harga batu bara,” tuturnya. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lili Sunardi

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top