Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDONESIA INCORPORATED: Pertamina Siap Berperan Menjadi Leader

JAKARTA--Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disarankan untuk fokus melakukan aksi korporasi guna memaksimalkan perekonomian nasional. PT Pertamina (Persero) siap mengambil peran  menjadi leader menerapkan Indonesia Incorporated guna mendorong perekonomian.Pengamat
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  20:47 WIB

JAKARTA--Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disarankan untuk fokus melakukan aksi korporasi guna memaksimalkan perekonomian nasional. PT Pertamina (Persero) siap mengambil peran  menjadi leader menerapkan Indonesia Incorporated guna mendorong perekonomian.Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya A. Prasetyantoko menyatakan salah satu BUMN, yakni PT Pertamina (Persero) sebaiknya membawa perusahaan menjadi sebuah Investment Company. Menurutnya, bila momentum perekonomian yang stabil ini digunakan BUMN untuk agresif melakukan aksi korporasi, maka akan meningkatkan kapasitas yang ada.“BUMN-BUMN banyak yang bagus, Pertamina bagus, cukup transparan, ini kesempatan Pertamina untuk bertrasnformasi,” kata Pras dalam seminar dengan tema Memperkuat Perekonomian Nasional melalui Indonesia Incorporated yang diadakan Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (19/12).Senior Vice President Corporate Investment and Business Development Direktorat Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Pertamina Gusrizal menyatakan Pertamina siap menjadi leader bagi program Indonesia Incorporated yang akan memberikan dukungan bagi proses rekonstruksi sekaligus menciptakan peluang bagi perluasan usaha dan investasi BUMN Indonesia di Irak. Irak merupakan Negara dengan cadangan minyak terbesar ke-4 di dunia dan secara agresif akan meningkatkan produksi minyaknya hingga 11 juta barel per hari pada tahun 2016 untuk mendukung proses rekonstruksi. Rekonstruksi Irak memerlukan investasi besar di sektor migas, kelistrikan, konstruksi, pertanian, telekomunikasi, kesehatan, water resource management, petrokimia, industri makanan dan obat-obatan.“Irak dipilih karena kami yakin Irak akan berkembang pesat, kendala Irak ada pada infrastruktur,” katanya. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top