Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGKUTAN KONTAINER selayaknya gunakan jalur KA

JAKARTA: Pemerintah perlu mengatur pengangkutan kontainer melalui jalur kereta api guna mengurangi tingkat kepadatan arus lalu lintas di jalan darat yang semakin padat seiring pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Tanah Air.Suhari Sargo,
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  14:10 WIB

JAKARTA: Pemerintah perlu mengatur pengangkutan kontainer melalui jalur kereta api guna mengurangi tingkat kepadatan arus lalu lintas di jalan darat yang semakin padat seiring pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Tanah Air.Suhari Sargo, ahli dan pengamat industri otomotif, mengatakan pergerakan truk kontainer sering dikeluhkan para pengguna jalan, seperti di jalur pantai utara Jawa, karena menghambat laju kendaraan dan menimbulkan kemacetan lalu lintas."Pengangkutan kontainer melalui jalur kereta api dapat mengurangi kepadatan dan kemacetan lalu lintas di jalan, misalnya di jalur pantai utara Jawa," katanya di Jakarta, Selasa (18/12/2012).Menurutnya, alternatif pengangkutan kontainer menggunakan jasa kereta api lebih diutamakan untuk perjalanan jarak jauh, disamping dengan kapal laut, guna mengurangi beban jalan yang semakin tidak seimbang dengan kapasiasnya.Suhari juga menyarankan agar pemerintah mendorong penggunaan kendaraan bertenaga listrik untuk menekan tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, disamping melalui Kementrian Perindustrian meminta industri otomotif memproduksi kendaraan dengan BBM nomor oktan 90.Kebijakan pemerintah tersebut, lanjutnya, sangat penting untuk mendorong agen tunggal pemegang merek (ATPM) agar mengajak konsumenya tidak menggunakan BBM bersubsidi dengan mengeluarkan produk kendaraan berbahan bakar minyak nomor oktan 90 ke atas."Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian meminta industri otomotif untuk memproduksi kendaraan berahan bakar minyak dengan nomor oktan 90, sekaligus mendorong pemilik kendaraan untuk tidak mengkonsumsi bahan bakar minyak bersubsidi," tegasnya.  (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top