Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAMPAK BANJIR: 56 ha padi di Solok Selatan puso

PADANG ARO: Seluas 56 hektare tanam padi berumur 7-25 hari di Solok Selatan, Sumatera Barat puso akibat hantaman banjir bercampur lumpur, bebatuan, pasir, dan kayu gelondongan pada Kamis (13/12) malam.Sekretaris Dinas Pertanian Peternakan Perikanan Kabupaten
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  00:04 WIB

PADANG ARO: Seluas 56 hektare tanam padi berumur 7-25 hari di Solok Selatan, Sumatera Barat puso akibat hantaman banjir bercampur lumpur, bebatuan, pasir, dan kayu gelondongan pada Kamis (13/12) malam.Sekretaris Dinas Pertanian Peternakan Perikanan Kabupaten Solok Selatan Del Irwan, Minggu, menyebutkan, tanaman padi yang puso terdapat di tiga lokasi di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh yakni Sungai Pangkua seluas 50 hektare, Sapan Salak lima hektare dan Tanduang satu hektare."Sawah yang puso terbenam lumpur mencapai 50 centimeter, selain juga karena tumpukan bebatuan dan kayu-kayu gelondongan," jelas dia.Selain mengalami puso, setidaknya 30 hektare lebih sawah tergenang air dan lumpur. Sawah-sawah yang terkena dampak banjir tersebut dikelola 10 kelompok tani.Banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Kamis (13/12) sore itu merusak lima jaringan irigasi desa di Pakan Rabaa dengan kondisi rusak parah.Kendati demikian, kerusakan itu tidak menganggu pasokan air karena merupakan jaringan pembantu.Dia menyebutkan, kerusakan sawah tersebut tidak begitu mempengaruhi produksi gabah kering panen (GPK) Solok Selatan pada tahun ini dari total luas sawah 9.400 hektare."Produksi GKP Solok Selatan suplus, setidaknya berada di atas produksi provinsi dan nasional. Diperkirakan banjir ini tidak begitu mempengaruhi produksi GKP pada 2012," sebut dia.Selain itu, musim tanam pada Desember ini akan dihitung sebagai produksi 2013."Pada tahun ini Dipertanakkan juga mencetak sawah baru seluas 50 hektare di tiga kecamatan, yakni Pauah Duo, Sangir dan Sangir Jujuan," kata dia.Untuk rehabilitasi/rekonstruksi pascabanjir, sebut dia, hingga kini pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan dalam waktu dekat akan melaporkannya secara resmi. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top