Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BISNIS WARALABA: Pemerintah Dituntut Buat Regulasi yang Fleksibel

JAKARTA—Pewaralaba meminta pemerintah lebih cermat melihat perkembangan tren bisnis sebelum mengeluarkan aturan yang sifatnya membatasi usaha.
Muhamad Sufyan
Muhamad Sufyan - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  19:34 WIB

JAKARTA—Pewaralaba meminta pemerintah lebih cermat melihat perkembangan tren bisnis sebelum mengeluarkan aturan yang sifatnya membatasi usaha.

Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, mengatakan perkembangan bisnis cenderung dinamis, sehingga selalu ada hal baru sesuai keinginan pasar.

"Kami melihat pola pendekatan yang paling efektif ialah secara personal, bangun komunikasi lebih intensif," ujarnya kepada Bisnis hari ini, Senin (17/12/2012).

Dia memberi contoh, toko modern mengalami perubahan bisnis hingga menjadi convenience store. Tidak menutup kemungkinan, format restoran pun akan berkembang pada masa akan datang.

Setelah mengeluarkan aturan mengenai waralaba toko modern, Kementerian Perdagangan berencana membuat aturan serupa untuk franchise restoran.

Anang menilai sebelum mengeluarkan aturan harusnya sudah ada komunikasi secara intensif kepada pewaralaba agar tidak merugikan.

Dia menilai upaya pembatasan gerai milik pribadi   merupakan hal baik, hanya saja pemerintah kurang tepat dalam menerapkannya.

Pemerintah, sebenarnya bisa mengambil cara lebih persuasif saat pewaralaba mengajukam surat tanda pendaftaran waralaba (STPW).

"Pendekatan dan bicara kepada restoran cepat saji itu, bilang kalau gerainya sudah terlalu banyak dan perlu beri kesempatan kepada masyarakat," katanya.

Menurutnya, untuk menjalankan usaha waralaba di Indonesia menjadi cukup berat, karena banyaknya aturan baru yang muncul.

Bahkan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memrediksikan bisnis waralaba pada tahun depan turun antara 3%-5%.  (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top