TANAMAN PANGAN: Indonesia gelar Gerakan Tanam Kedelai Nasional

MEDAN-- Menteri Pertanian Suswono mendeklarasikan Gerakan Tanam Kedelai Nasional di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Aceh pada Sabtu (15/12/2012).
News Editor | 16 Desember 2012 03:02 WIB

MEDAN-- Menteri Pertanian Suswono mendeklarasikan Gerakan Tanam Kedelai Nasional di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Aceh pada Sabtu (15/12/2012).

 

Pemerintah memberikan jaminan perlindungan terhadap harga beli kedelai, hasil panenan petani agar mereka tidak mengalami kerugian. "Para petani tidak perlu khawatir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyatakan memberikan perlindungan harga kedelai," kata Menteri Pertanian Suswono saat deklarasi "Gerakan Tanam Kedelai Nasional" di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, di Aceh, Sabtu.Ia menyatakan jika petani ingin mendapatkan untung dalam bertani. "Soal harga menjadi pemicu semangat [bertani kedelai]," katanya ketika menanggapi keluhan petani di Desa Peunaron Jaya.Dia menjelaskan tentang harga kedelai impor yang bisa lebih murah ketimbang harga kedelai lokal. Hal itu, karena negara produsen memiliki lahan yang luas untuk satu komoditas. "Seperti Brasil memiliki luas lahan kedelai 30 juta hektare," katanya.Ia mengatakan Indonesia saat ini baru memiliki 700.000  hektare lahan kedelai, sedangkan pada 2014 ditargetkan swasembada kedelai, sehingga masih diperlukan dua juta hektare lahan kedelai.Pemerintah menargetkan swasembada pangan pada 2014 berupa gula 3,1 juta ton, kedelai 2,7 juta ton, jagung 29 juta ton, daging sapi 510.000  ton, dan beras 45 juta ton. "Adapun sekarang, baru memiliki 700.000  hektare," katanya.Dia mengatakan swasembada pangan 2014  memerlukan syarat utama penambahan lahan 2 juta hektare. Ia mengatakan saat ini diperlukan semangat baru untuk menggalakan kembali produksi kedelai, seperti Aceh yang pada 1992 sempat memiliki 200.000  hektare.  "Namun, saat ini di Aceh memiliki 67.000  hektare, ini pengurangan yang luar biasa," katanya.Pada kesempatan itu ia juga menyatakan bahwa untuk konsumsi kedelai di Tanah Air saat ini mencapai dua juta ton, sedangkan produksi 800.000  ton. "Jadi kita harus impor," katanya.Namun, kata dia, di sisi lain kondisi demikian menjadi peluang untuk petani dalam memenuhi permintaan pasar.  Ia juga menyatakan diperlukan sinergi dengan instansi lainnya seperti Bulog. "Kalau harga jualnya jatuh, bisa dijual ke Bulog. Ini mudah-mudahan bisa diwujudkan," katanya. (Antara/msb)

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup