Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANDARA SOEKARNO-HATTA: Radar rusak, 100 penerbangan delay

JAKARTA- Sedikitnya 100 penerbangan tertunda (delay) untuk berangkat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta akibat sistem radar pemandu pergerakan pesawat mati selama 1 jam.Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi mengatakan sistem radar
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  22:42 WIB

JAKARTA- Sedikitnya 100 penerbangan tertunda (delay) untuk berangkat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta akibat sistem radar pemandu pergerakan pesawat mati selama 1 jam.Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi mengatakan sistem radar di Bandara Soekarno-Hatta mati karena Uninterrupted Power Supply (UPS) atau pemasuk listrik ke sistem radar terbakar."Akibat terbakarnya UPS yang memasok listrik ke sistem radar di Bandara Soekarno-Hatta (BSH), radar tidak dapat berfungsi. Penerbangan pun terganggu, pesawat yang akan terbang maupun mendarat di bandara ini ditunda hingga sistem radar berfungsi kembali. Sedangkan pesawat yang sudah di udara dan tinggal mendarat, dipandu tanpa radar sesuai standar yang berlaku," kata Trisno kepada Bisnis, Minggu (16/12/2012) malam.Trisno menjelaskan UPS pemasok daya ke sistem radar di BSH terbakar pada pukul 16.55 WIB, lalu pada 17.10 WIB listrik sudah kembali normal.Namun perlu waktu sekitar 1 jam untuk restart dan penyesuian, barulah pada pukul 18.05 WIB sistem radar berhasil pulih. Selama proses pemulihan dilakukan penundaan jadwal penerbangan.Sedikitnya 100 penerbangan tertunda, yakni 46 penerbangan kedatangan dan 54 keberangkatan. Bahkan ada satu pesawat Qantas terpaksa memilih mendarat di Ngurah Rai, Denpasar Bali."Kami tunda penerbangan dari BSH demi keselamatan, untuk ketidaknyamanan ini kami PT Angkasa Pura II memohon maaf," kata Trisno.Kepada Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan UPS terbakar jam 16.55 WIB. Seharusnya otomatis pindah ke UPS backup (cadangan).Namun karena automatic switchnya juga ikut terbakar, maka pemindahan secara manual yang membutuhkan waktu 15 mnt. Semua system fail.  Selama 15 menit ini tidak ada pelayanan Air Traffic System (ATS)."Upaya yang dilakukan adalah menahan pesawat yang di darat untuk tidak terbang sesuai dengan SOP. Yang belum sampai mendarat, melakukan terbang kembali ke bandara (RTB). Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dan terjamin, namun kenyamanan terganggu karena adanya keterlambatan," ucapnya.Sejak pukul 18.05 WIB, lanjut Bambang, demi keselamatan penerbangan, maka penerbangan kedatangan dan keberangkatan di release bertahap setiap 10 menit selanjutnya setiap 5 menit.  Jam 19.15, penerbangan telah normal kembali. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top