Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SEKTOR TRADABLE: berpotensi turunkan Gini Ratio

News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  03:50 WIB
JAKARTA: Peningkatan sektor tradable yang memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja tinggi dinilai mampu menekan koefisien gini ratio yang semakin melebar.
 
Gini ratio Indonesia cenderung mengalami tren kenaikan setidaknya sejak 2008, yaitu sebesar 0,35 (2008), 0,37 (2009), 0,38 (2010), dan 0,41 (2011).
 
Ahmad Erani Yustika, Direktur Eksekutif INDEF, mengatakan bahwa peran sektor tradable yang bisa menekan gini ratio itu disebabkan karena sektor itu mampu menyerap tenaga kerja yang tinggi dibandingkan sektor non tradable.
 
Dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi, lanjutnya, kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan sehingga kesenjangan ekonomi dapat dipersempit dan secara otomatis menurunkan koefisien gini ratio Indonesia.
 
Karena sektor tradable banyak berada di kantong-kantong kemiskinan. Sektor pertanian khususnya karena masih dihuni 43% total tenaga kerja kita. Kalau didorong, pertumbuhan ekonomi wilayah itu semakin tinggi.
 
"Itu salah satu skema menurunkan gini rasio,” katanya seusai acara Sarasehan Ekonomi: Menyusun Ulang Pembangunan Ekonomi Indonesia 2012, Rabu (12/12/2012).
 
INDEF menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih rapuh, salah satunya adalah laju pertumbuhan sektor tradable yang lebih rendah daripada sektor tradable.  (ra)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hedwi Prihatmoko

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top