Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTASI KEHUTANAN: Asia Plantation tawarkan usaha produksi gaharu

JAKARTA: Asia Plantation Capital menawarkan investasi agroforestry dengan pohon gaharu sebagai aset dasar.Mark Lamb, Regional Sales Director Asia Plantation Group mengklaim investasi tersebut merupakan solusi bagi pengelolaan perkebunan yang berkesinambungan."Investasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  18:14 WIB

JAKARTA: Asia Plantation Capital menawarkan investasi agroforestry dengan pohon gaharu sebagai aset dasar.Mark Lamb, Regional Sales Director Asia Plantation Group mengklaim investasi tersebut merupakan solusi bagi pengelolaan perkebunan yang berkesinambungan."Investasi swasta di perkebunan diarahkan untuk melindungi pohon gaharu di hutan alam dengan cara menyediakan subtitusi yang layak secara ekonomis," ujarnya, Selasa (11/12).Mark menjelaskan pohon gaharu dimasukkan dalam Convention for International Trade in Endangered Species (CITES). Berdasarkan daftar CITES, lanjutnya, pohon gaharu masuk ke dalam jenis spesies yang terancam punah."Dengan demikian gaharu merupakan komoditi yang dilarang untuk dipanen dan diperdagangkan tanpa izin CITES," imbuhnya.Investasi yang ditawarkan Asia Plantation, lanjutnya, akan berujung pada produksi minyak gaharu (oud oil), bukan produksi kayu. Menurutnya, hal tersebut senafas dengan trend investasi yang berkesinambungan (sustainable investing).Data Asia Plantation Capital menyebut harga oud oil saat ini mencapai US$400 per tola (1 tola=12 mililiter). Adapun total kebutuhan oud oil dunia tahun ini diperkirakan mencapai 15 juta tola.Sementara itu, produksi oud oil berkisar 2 tola--4 tola per pohon. Dengan demikian, untuk 27 pohon gaharu diprediksi bisa menyumbang 1 liter oud oil.Proyeksi Asia Plantation Capital menyebut return investasi bisa mencapai 336,36% dalam 7 tahun. Dengan modal awal investasi per unit (1 unit=400 pohon) sebesar SG$110.000, nilai investasi di tahun ke-7 diperkirakan mencapai SG$480.000. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Kholikul Alim

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top