Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INFRASTRUKTUR: Kerjakan tol dan properti, HUTAMA KARYA tetap konsisten di bidang konstruksi

JAKARTA: Walaupun mendapat beberapa proyek jalan tol, PT Hutama Karya (Persero) memastikan tidak akan meninggalkan bisnis inti perusahaan di bidang konstruksi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  16:48 WIB

JAKARTA: Walaupun mendapat beberapa proyek jalan tol, PT Hutama Karya (Persero) memastikan tidak akan meninggalkan bisnis inti perusahaan di bidang konstruksi.

Proyek jalan tol lebih dilihat sebagai penugasan pemerintah. Untuk itu Hutama Karya membentuk bidang khusus dan anak perusahaan baru untuk menangani pembangunan jalan tol.

Dari konstruksi, Hutama Karya yang bertindak sebagai kontraktor, membukukan omset sebesar Rp1 triliun. Sementara sebagai pengembang, omset tercatat sebesar Rp300 miliar.

Coorporate Secretary PT Hutama Karya, Ari Widiantoro mengungkapkan Hutama Karya dalam hal konstruksi bertindak sebagai developer dan kontraktor.

“Sebagai kontraktor 2012, perusahaan meraih omset sebesar 1 triliun. Ada banyak proyek yang dikerjakan, saya tidak ingat persis jumlahnya,” ungkap Ari hari ini Selasa (11/12/2012)

Dia  menambahkan salah satu proyek besar sebagai kontraktor ialah mengerjakan Saint Moritz milik Lippo di daerah Puri Indah Jakarta. Sebagai pengembang, Hutama Karya termasuk baru karena baru memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang ini tahun 2010.

“Sebagai developer baru 2010 melalui anak perusahaan HK Realtindo. Tahun ini meraih omset sekitar 300 miliar,” ungkapnya.

Sementara untuk proyek tol, Ari menjelaskan Hutama Karya mensiasati dengan membentuk bagian khusus dan anak perusahaan baru yang khusus menangani jalan tol. “Konstruksi akan menjadi core bussines kita, kalau untuk pengerjaan jalan tol itu kan penugasan pemerintah,” ujarnya.

Ari menjelaskan Hutama Karya mendapat penugasan mengerjakan beberapa ruas jalan tol. Pihaknya kini sedang melakukan kajian ruas mana yang menjadi prioritas untuk dikerjakan terlebih dahulu. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Thomas Mola

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top