Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERIZINAN sektor tambang tak cocok di migas

Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  00:45 WIB
JAKARTA: Rezim perizinan yang sudah dipraktikkan di sektor tambang dinilai tidak tepat jika diterapkan juga di sektor migas.   
 
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan Indonesia sudah pernah menganut rezim perizinanan di sektor migas, yang kemudian berubah menjadi rezim kontrak.   
 
"Rezim perizinan kita sudah pernah mengalami, kemudian jadi kontrak. Kalau mau balik ke izin lagi, artinya balik lagi ke 'penjajahan' dulu. Rezim izin hanya berhasil kalau negaranya kuat," ujarnya di sela Seminar Nasional Energy Outlook 2013 hari ini, Senin (10/12/2012).   
 
Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan BP Migas, ada pihak yang mengusulkan agar pengelolaan migas kembali ke rezim perizinan. 
 
Padahal nyatanya, praktik perizinan yang ada di sektor tambang membuat pengelolaan di sektor itu menjadi sangat buruk. 
 
"Tambang jauh lebih ngga jelas dibandingkan di perminyakan. Jadi sebaiknya ke depan, kita mau tetap pakai kontrak apa izin?," ujarnya.   
 
Saat ini ada dua sistem pengusahaan hulu migas, yakni g to b dan b to b. Keduanya bisa menyebabkan pemerintah kena gugatan. 
 
Pri Agung merinci, kalau g to b maka rezimnya menjadi perizinan, seperti yang saat ini terjadi di sektor tambang. Sedangkan jika b to b, rezimnya adalah kontrak. 
 
Kalau sistemnya kontrak, mestinya b to b, pakai badan usaha yang dimiliki negara. Sistem g to b biasanya diterapkan kalau negaranya kuat. 
 
"Indonesia sudah pakai g to b di sektor tambang. Tapi kita tetap gak bisa mencabut izin kalau ada masalah, karena posisi kita lemah," ujarnya.  (ra)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top