Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MINUMAN BERSODA: Pengusaha Minuman Tolak Pengenaan Cukai

JAKARTA: Asosiasi produsen makanan minuman menolak rencana pengenaan cukai pada minuman manis bersoda. Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan konsumsi minuman manis bersoda sangat sensitif pada
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  20:32 WIB

JAKARTA: Asosiasi produsen makanan minuman menolak rencana pengenaan cukai pada minuman manis bersoda. Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan konsumsi minuman manis bersoda sangat sensitif pada kenaikan harga.Dia mengklaim pengenaan cukai akan menekan konsumsi produk tersebut yang kemudian menyebabkan penurunan omzet industri minuman dalam negeri.“Pernah ada penelitiannya kalau ada kenaikan harga sedikit konsumsi langsung turun. Elastisitasnya besar,” kata Franky, Selasa (11/12/2012).Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyiapkan 5 alternatif tarif cukai pada minuman ringan berkarbonasi berpemanis.Menurut rencana, produk tersebut akan dikenakan cukai bertarif 12—58% dari harga jual atau Rp1.000—Rp5.000 per liter.Cukai pada minuman bersoda diperkirakan bisa menambah pendapatan negara Rp0,79 triliun untuk alternatif tarif terendah Rp1.000 per liter hingga Rp3,95 triliun untuk alternatif tarif tertinggi Rp5.000 per liter.Ekonom Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Ina Primiana mengatakan rencana pengenaan cukai pada minuman bersoda justru bisa mengganggu industri dalam negeri.Dia mengatakan potensi tambahan penerimaan negara dari kebijakan itu sangat kecil, sedangkan dampak pada kinerja industri sangat besar.“Pemerintah lebih baik arahkan cukai bagi produk yang masih banyak diimpor untuk bantu kurangi impor,” kata Ina.Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur setuju atas pengenaan cukai bagi minuman bersoda namun lebih kecil dari besaran yang direncanakan pemerintah. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top