Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTOR CHINA Tanam Rp10 Triliun Kelola KEK Maluku

AMBON: PAN China International berencana menanamkan investasi senilai Rp10 triliun untuk mengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 November 2012  |  10:43 WIB

AMBON: PAN China International berencana menanamkan investasi senilai Rp10 triliun untuk mengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. 

 
Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Jakobus Puttileihalat mengatakan rencana tersebut telah dipaparkan kepada Pemprov Maluku di Ambon pada 19 November 2012.
 
"Kami sedang melakukan pembebasan lahan yang telah disiapkan seluas 5.000 hektare untuk pengembangan KEK agar kegiatan eksplorasi tambang segera dilakukan, menyusul diapresiasi Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu," ungkap Jakobus seperti dikutip Antara, Rabu (20/11/2012).
 
Lahan yang dipetakan itu meliputi areal kawasan Gunung Tinggi hingga Desa Ariate dan Kairatu sampai Dokyar.
 
Menurutnya, potensi tambang maupun migas yang ada di SBB akan dieksplorasi sambil investor membangun perumahan karena tahap awal membutuhkan ribuan tenaga kerja. 
 
Dia mengakui pengembangan KEK itu menindaklanjuti penandatangan kerja sama atau MoU antara Pemprov Maluku dengan Pemerintah Provinsi Henan di China saat kunjungan Gubernur Karel Albert Ralahalu ke China pada Maret 2012.
 
Penandatangan MoU itu juga disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan.
 
"Jadi tinggal realisasi saja karena detail disain pengembangan KEK tersebut telah dibuat konsultan China," katanya, tanpa merinci kepastian waktunya.
 
Dia hanya memastikan sejumlah pabrik bakal dibangun di kawasan tersebut karena berdasarkan hasil survei tim ahli dari China, ternyata SBB memiliki kandungan tambang maupun migas bernilai ekonomi tinggi.
 
"Tahap awal sedang dilakukan eksplorasi nikel di kawasan Gunung Tinggi dengan telah dioperasikan sejumlah peralatan berat di sana," ujarnya.
 
Jakobus berharap pemerintah pusat berkomitmen dalam memberikan kemudahan kepada investor asal China tersebut dalam merealisasikan pengembangan KEK di SBB.
 
Sesuai rencana, bila pengembangan kawasan tersebut direalisasikan maka akan dibangun pabrik a.l untuk mengelola nikel, alumunium, veronikel, batu bara, baja dan stainless stil.
 
Puluhan ribu tenaga kerja juga diperkirakan akan terserap, bila pengembangan kawasan tersebut direalisasikan dan pastinya berdampak terhadap sektor lain sehingga turut memberikan kontribusi kepada negara, termasuk SBB. (Antara/k46)
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top