Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTAGAS masih tunggu alokasi gas

JAKARTA: PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan masih menunggu kepastian alokasi gas sebelum memulai proyek pembangunan pipa transmisi yang menghubungkan terminal penerima gas alam cair di Arun, Aceh hingga Belawan, Medan.Presiden Direktur Pertagas Gunung
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 November 2012  |  16:22 WIB

JAKARTA: PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan masih menunggu kepastian alokasi gas sebelum memulai proyek pembangunan pipa transmisi yang menghubungkan terminal penerima gas alam cair di Arun, Aceh hingga Belawan, Medan.Presiden Direktur Pertagas Gunung Sardjono mengatakan belum bisa memulai proyek pembangunan pipa lantaran masih menunggu kepastian alokasi gas.Pihaknya masih menunggu pendandatanganan kontrak jual beli gas antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan BP Berau Ltd selaku pengelola Kilang Tangguh, Papua Barat. Adapun proyek tersebut bernilai sekitar US$ 300 juta-US$ 400 juta.Sekarang yang penting adalah alokasi gas karena merupakan syarat utama agar persero setujui Final Investment Decision (FID)."Kalau pasokan LNG sudah ada kepastian, FID disetujui, maka konstruksi bisa dijalankan," kata Gunung di sela-sela acara penganugerahan Annual Pertamina Quality Awards 2012, Rabu (7/11/2012).Gunung menegaskan kepastian alokasi gas merupakan syarat dan kunci utama.Saat ini, pihaknya sudah menyelesaikan lelang pengadaan proyek pipa Arun-Belawan sepanjang 350 km. Dalam pelaksanaannya, Pertagas membagi proyek menjadi tiga paket pekerjaan yakni pengadaan pipa, pengadaan kompresor, dan pemasangannya."Calon pemenangnya sudah ada. Kami targetkan bisa ditetapkan pada akhir tahun ini," katanya. Ketiga paket pekerjaan tersebut akan dilakukan secara bersamaan, sehingga bisa beroperasi sesuai target pada akhir 2013. (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Riendy Astria

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top